· Berita baru setiap pagi pukul 06.00 waktu Sumba (WITA) ⚲ CariENESID
The Sumba Times
Berita, budaya, dan perjalanan dari Pulau Sumba, Indonesia

Wisata

Kodi, Sumba: kampung adat, pantai, dan Pasola di ujung barat

Sudut paling barat Pulau Sumba, tempat atap ilalang menjulang bertemu Samudra Hindia: apa itu Kodi, cara ke sana, kapan datang, dan cara menjelajahinya dengan hormat.

Redaksi The Sumba TimesTerbit 3 menit baca
Rumah adat beratap ilalang tinggi dan kubur batu di dekat Bondo Kodi, wilayah Kodi di Sumba bagian barat.
Rumah adat beratap ilalang tinggi dan kubur batu di dekat Bondo Kodi, wilayah Kodi di Sumba bagian barat. Foto: Wybe (CC BY-SA 3.0)
Jawaban singkat

Kodi adalah wilayah paling barat Sumba, di Kabupaten Sumba Barat Daya, tanah orang Kodi yang kini terbagi menjadi empat kecamatan: Kodi, Kodi Utara, Kodi Bangedo, dan Kodi Balaghar. Pusatnya, Bondo Kodi, sekitar satu jam naik minibus dari Tambolaka, dan wilayah ini memiliki Danau Weekuri, Pero, Ratenggaro, Wainyapu dan Pasola pada Februari. Datanglah pada musim kemarau (sekitar Mei-September) dengan mobil dan sopir, uang tunai, serta sikap hormat di kampung adat.

Fakta penting
Lokasi
Ujung barat Sumba: Kecamatan Kodi, Kodi Utara, Kodi Bangedo, dan Kodi Balaghar, Sumba Barat Daya
Dari bandara terdekat
Tambolaka (TMC): sekitar 1 jam ke Bondo Kodi; 40-63 km ke objek pesisir (1-2 jam)
Waktu terbaik
Musim kemarau (sekitar Mei-September); Februari untuk Pasola Kodi (tanggal berubah)
Tiket masuk
Tidak ada retribusi wilayah; donasi kampung sekitar Rp 20.000 atau lebih, pantai sekitar Rp 10.000-20.000 (2025-2026)
Cocok untuk
Kampung adat, budaya Marapu, pantai, selancar, Pasola

Berkendara ke barat dari Tambolaka, daratan melandai menjadi padang rumput rendah dan ladang jagung. Lalu atap-atap mulai muncul: puncak ilalang tinggi di atas pohon kelapa, satu kampung demi satu kampung, kubur batu di depan rumah dan anak-anak melambai dari pinggir jalan. Jalan berakhir di laut, tempat ombak bergulung di atas karang, perahu nelayan berbaring di pasir, dan pada Februari padang-padang dipenuhi penunggang kuda untuk Pasola. Inilah Kodi, sudut paling barat Sumba dan, bagi banyak wisatawan, yang paling berkesan.

Apa itu Kodi dan mengapa layak dikunjungi

Kodi adalah nama suku sekaligus wilayah. Orang Kodi adalah salah satu kelompok etnis di Sumba, dengan bahasanya sendiri (bahasa Kodi, dituturkan sekitar 20.000 orang menurut satu perkiraan dan tergolong terancam punah) serta tradisi lisan yang kuat berupa syair dan doa ritual. Banyak yang menganut Marapu, kepercayaan leluhur; yang lain beragama Kristen, dan Pero di pesisir adalah kampung nelayan yang mayoritas Muslim.

Secara administratif, wilayah Kodi lama di Sumba Barat Daya kini terbagi menjadi empat kecamatan: Kodi (sekitar Bondo Kodi, permukiman terbesar di barat), Kodi Utara (dengan Weekuri dan Mandorak), Kodi Bangedo (dengan Ratenggaro) dan Kodi Balaghar (dengan Wainyapu). Luas totalnya sekitar 496 km² dengan perkiraan penduduk sekitar 122.000 jiwa pada pertengahan 2025.

Air Surut, setiap Minggu

Satu surat singkat setiap minggu tentang menjalani hidup dengan baik, dari pulau yang punya lebih banyak kuda daripada lampu lalu lintas. Gratis.

Email Anda hanya kami gunakan untuk mengirim surat ini. Anda bisa berhenti berlangganan dengan satu klik.

Alasan untuk datang:

  • Kampung adat dengan sebagian atap tertinggi di Sumba dan ratusan kubur megalitik yang masih dipakai dan masih dibangun: Ratenggaro dan Wainyapu yang paling terkenal.
  • Pesisir: Danau Weekuri, Mandorak, Pero, Bawana dan Watu Maladong.
  • Pasola: Pasola Kodi, perang ritual berkuda dengan lembing tumpul, biasanya digelar pada Februari bersamaan dengan upacara nyale; tanggalnya ditetapkan para Rato. Baca penjelasan tentang Pasola.
  • Tenun: ikat Kodi dan kain celup nila dijual di seluruh Sumba bagian barat.

Cara ke Kodi

Wilayah Kodi dimulai sekitar 30-40 km di barat Tambolaka, dan objek wisata pesisirnya berjarak sekitar 40-63 km dari kota, tergantung tempatnya. Siapkan kira-kira 1-2 jam sekali jalan dengan mobil.

  • Mobil dengan sopir dari Tambolaka (TMC): sekitar Rp 1.000.000-1.500.000 (kira-kira 50-75 euro atau 60-90 dolar AS) per hari pada 2025-2026; harga bervariasi. Ini cara paling praktis menyambung beberapa tempat dalam sehari. Grab dan Gojek tidak beroperasi di sini.
  • Minibus umum: minibus bersama dari Waitabula ke Bondo Kodi sekitar satu jam, berangkat setelah penuh sepanjang siang; wisatawan melaporkan ongkos sekitar Rp 20.000. Lalu naik ojek ke pantai dan kampung.
  • Motor: hanya untuk pengendara berpengalaman; jalan bisa rusak dan petunjuk arah minim.
  • Dari Waingapu (WGP): sekitar 4-6 jam lewat darat ke Tambolaka lebih dulu. Baca cara ke Sumba dari Bali.

Kapan datang dan jam terbaik

Musim kemarau, sekitar Mei sampai September, membuat jalan paling mudah dan air paling jernih. Hujan turun kira-kira dari Oktober atau November sampai April, dan sebagian jalan jadi lambat setelah hujan deras. Februari adalah bulan Pasola di Kodi: tak terlupakan, tetapi ramai, dan tanggalnya bisa berubah. Mulailah pagi, atur kunjungan pantai mengikuti pasang surut, dan kembali ke jalan utama sebelum gelap: sejumlah penulis perjalanan mencatat bahwa sopir menghindari jalan sepi di Kodi pada malam hari.

Tips dan etika

  • Uang tunai: tidak ada ATM di Kodi. Tarik uang di Tambolaka dan bawa pecahan kecil untuk donasi dan parkir.
  • Pungutan: kampung adat meminta donasi lewat buku tamu, sekitar Rp 20.000 per orang atau lebih; pantai memungut biaya tidak resmi sekitar Rp 10.000-20.000 (2025-2026). Sepakati jumlahnya dengan sopan sebelum membayar.
  • Kampung adalah rumah: minta izin sebelum memotret, berpakaian sopan, jangan menyentuh kubur atau benda ritual, dan bawa sirih pinang sebagai salam. Baca dulu Marapu, ikat, dan kampung adat.
  • Keselamatan di air: banyak pantai berarus kuat tanpa penjaga, dan di muara bisa ada buaya.
  • Pemali: sebagian tempat pemali bagi orang luar atau untuk difoto. Tanyakan kepada sopir atau pemandu.

Tempat terdekat

Pertanyaan yang sering diajukan

Di mana letak Kodi di Sumba?

Di ujung barat pulau, di Kabupaten Sumba Barat Daya. Wilayah Kodi lama kini menjadi empat kecamatan: Kodi, Kodi Utara, Kodi Bangedo, dan Kodi Balaghar.

Bagaimana cara dari Tambolaka ke Kodi?

Dengan mobil dan sopir (sekitar 1-2 jam ke sebagian besar objek) atau minibus bersama dari Waitabula ke Bondo Kodi (sekitar satu jam), lalu ojek.

Kapan Pasola di Kodi?

Biasanya Februari, bersamaan dengan upacara nyale. Tanggal pastinya ditetapkan para Rato setiap tahun, jadi pastikan kepada warga menjelang waktunya.

Apakah ada ATM di Kodi?

Tidak ada. Tarik uang tunai di Tambolaka sebelum berangkat dan bawa pecahan kecil untuk donasi dan pungutan.

Tempat dalam panduan ini

  • Kodi (district centre, near Bondo Kodi) · Southwest Sumba · Buka di peta

Peta Sumba: tempat-tempat dalam panduan kami →

Merencanakan perjalanan ke Sumba? Panduan gratis kami membahas waktu terbaik, transportasi, biaya, keamanan dan budaya. Rencanakan perjalanan →

Air Surut, setiap Minggu

Satu surat singkat setiap minggu tentang menjalani hidup dengan baik, dari pulau yang punya lebih banyak kuda daripada lampu lalu lintas. Gratis.

Email Anda hanya kami gunakan untuk mengirim surat ini. Anda bisa berhenti berlangganan dengan satu klik.

Berita terkait

Patung batu berukir menghadap laut di Pantai Padadita, Waingapu, Sumba Timur.

Wisata

Kosakata berguna di Sumba: bahasa daerah dan ungkapan untuk wisatawan

Bahasa Indonesia dipahami di seluruh Sumba, tetapi beberapa kata dalam bahasa Kambera atau Weyewa dan sapaan yang tepat akan membuat Anda disambut sebagai tamu, bukan sekadar turis.

· 8 menit baca

Wisata

Sumba Tengah: yang perlu diketahui sebelum berangkat

Kabupaten yang biasanya hanya dilintasi ini menyimpan kubur batu terbesar di Sumba, air terjun di tengah hutan dan kampung-kampung tenang di dataran Anakalang. Inilah alasan untuk singgah.

· 4 menit baca

Wisata

Sumba Barat Daya: yang perlu diketahui sebelum berangkat

Bandara, danau air asin, kampung beratap menjulang di Kodi dan Pasola bulan Februari: kebanyakan perjalanan dimulai di Sumba Barat Daya. Begini gambarannya.

· 5 menit baca