· Berita baru setiap pagi pukul 06.00 waktu Sumba (WITA) ⚲ CariENESID
The Sumba Times
Berita, budaya, dan perjalanan dari Pulau Sumba, Indonesia

Budaya

Mengenal Pasola: perang adat berkuda di Sumba

Para penunggang kuda saling melempar lembing kayu tumpul di lapangan terbuka. Ini bukan pertunjukan, melainkan ritual pembuka musim tanam.

Redaksi The Sumba TimesTerbit 1 menit baca
Seorang penunggang kuda dalam Pasola di Sumba bagian barat.
Seorang penunggang kuda dalam Pasola di Sumba bagian barat. Foto: RaiyaniM (CC BY-SA 4.0)

Setiap tahun, biasanya pada bulan Februari dan Maret, para penunggang kuda di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya berkumpul dalam dua kelompok di lapangan terbuka. Mereka saling menyerbu sambil melempar lembing kayu dan berkelit dari lembing lawan. Inilah Pasola.

Mengapa diadakan

Pasola adalah bagian dari Marapu, kepercayaan leluhur Sumba. Ritual ini terkait dengan siklus pertanian dan para leluhur. Kisah lama menyebut darah yang tertumpah di lapangan menyuburkan tanah. Kini lembingnya tumpul, tetapi makna ritualnya tetap ada.

Siapa yang menentukan tanggal

Tidak ada tanggal tetap di kalender. Para rato, tetua adat, membaca tanda-tanda alam. Salah satunya adalah kemunculan nyale, cacing laut yang naik ke tepi pantai. Ketika nyale datang, Pasola bisa dimulai.

Di mana

Di wilayah Kodi, Lamboya, Wanokaka, dan Gaura. Sebagian besar pengunjung menginap di sekitar Tambolaka dan berkendara hingga sekitar 2,5 jam ke lapangan.

Sebagai acuan: 2026

Jadwal lokal yang diumumkan untuk 2026 adalah 9-11 Februari (Homba Kalayo, Bondo Kawango, Rara Winyo) dan 9-11 Maret (Maliti Bondo Ate, Wai Ha, Wainyapu). Tanggal untuk 2027, seperti biasa, bergantung pada para tetua.

Menjadi tamu yang baik

  • Ingat bahwa ini ritual, bukan pertunjukan untuk wisatawan.
  • Berpakaian sopan dan jaga jarak dari lapangan. Penunggang bisa jatuh, dan kuda bisa berlari ke mana saja.
  • Minta izin sebelum memotret orang, terutama saat upacara di sekitar Pasola.
  • Bawa air, tabir surya, dan uang tunai. Biasanya tidak ada tiket masuk.
  • Datanglah bersama pemandu atau sopir lokal yang tahu kapan dan di mana harus berada.
Merencanakan perjalanan ke Sumba? Panduan gratis kami membahas waktu terbaik, transportasi, biaya, keamanan dan budaya. Rencanakan perjalanan →

Air Surut, setiap Minggu

Satu surat singkat setiap minggu tentang menjalani hidup dengan baik, dari pulau yang punya lebih banyak kuda daripada lampu lalu lintas. Gratis.

Email Anda hanya kami gunakan untuk mengirim surat ini. Anda bisa berhenti berlangganan dengan satu klik.

Berita terkait

Sirih, pinang, dan kapur yang disuguhkan kepada tamu di Sumba Timur.

Budaya

Makanan khas Sumba: kuliner lokal, pasar tradisional, dan kopi

Jagung dan nasi, katemak manis, ikan bakar di dekat pelabuhan, sirih pinang di setiap beranda, dan robusta juara nasional: panduan praktis makan enak dan sopan di Sumba.

· 7 menit baca
Benang tenun ikat dijemur setelah dicelup pewarna, Sumba.

Budaya

Tenun ikat Sumba: cara membuat, makna motif, dan tempat membeli langsung dari penenun

Satu lembar hinggi bisa memakan waktu hampir setahun, dan setiap kuda, udang, dan pohon tengkorak di atasnya punya cerita. Begini cara membacanya, melihat proses tenunnya, dan membelinya secara adil.

· 8 menit baca
Kuda Sandelwood merumput bebas di padang rumput Sumba, tempat para pemilik melepas kudanya untuk mencari makan.

Budaya

Kuda Sumba: kuda Sandelwood, Pasola, dan budaya berkuda

Kecil, cepat, dan sakral: mengapa kuda Sandelwood hadir di setiap pernikahan, pemakaman, dan pesta adat Sumba, serta cara melihat kuda-kuda ini tanpa mengganggu.

· 6 menit baca