Wisata
Sumba Tengah: yang perlu diketahui sebelum berangkat
Kabupaten yang biasanya hanya dilintasi ini menyimpan kubur batu terbesar di Sumba, air terjun di tengah hutan dan kampung-kampung tenang di dataran Anakalang. Inilah alasan untuk singgah.
Kabupaten Sumba Tengah adalah kabupaten dengan penduduk paling sedikit di Sumba, sekitar 1.790 km² dengan kira-kira 94.000 jiwa (proyeksi Badan Pusat Statistik atau BPS untuk pertengahan 2025), beribu kota di Waibakul di dataran Anakalang, sekitar 20 km di timur Waikabubak. Tidak ada bandara: kabupaten ini dilalui jalan utama antara Tambolaka (sekitar 58 km) dan Waingapu (sekitar 107 km). Singgahlah untuk kubur megalitik berukir di Anakalang, seperti di Pasunga dan Gallubakul, serta Air Terjun Matayangu di Taman Nasional Manupeu Tanah Daru, tetapi bawa uang tunai dari Waikabubak atau Waingapu.
- Ibu kota
- Waibakul (dataran Anakalang, sekitar 400 m)
- Luas dan penduduk
- 1.789,69 km²; 94.187 jiwa (proyeksi BPS pertengahan 2025), kabupaten berpenduduk paling sedikit
- Akses
- Tanpa bandara: sekitar 58 km dari Tambolaka, 20 km dari Waikabubak, 107 km dari Waingapu
- Tempat unggulan
- Kubur batu Anakalang (Pasunga, Kabunduk, Gallubakul), Air Terjun Matayangu
- Waktu terbaik
- Musim kemarau, kira-kira Mei-September
Di timur Waikabubak jalan mendaki menembus hutan, lalu mendatar di dataran hijau yang luas pada ketinggian sekitar 400 m. Sawah membentang sampai kaki bukit, kerbau berkubang di parit, dan tepat di tepi jalan sebuah lempeng batu raksasa berukir sosok seorang raja dan istrinya, bertolak pinggang, berdiri di atas kubur sejak 1926. Inilah Anakalang, jantung Sumba Tengah, yang oleh kebanyakan wisatawan hanya dilihat dari jendela mobil dalam perjalanan panjang melintasi pulau.
Singkatnya: Sumba Tengah kecil, bernuansa pedesaan, dan tenang, tanpa bandara dan dengan fasilitas wisata yang minim. Wilayah ini layak disinggahi setengah atau satu hari dalam perjalanan antara barat dan timur, untuk kubur megalitik, air terjun dan kampung-kampung di tepi dataran.
Sekilas Sumba Tengah
Kabupaten Sumba Tengah dibentuk pada 22 Mei 2007 dari sebagian wilayah Sumba Barat dan Sumba Timur. Luasnya 1.789,69 km² dengan proyeksi penduduk 94.187 jiwa pada pertengahan 2025 menurut data BPS yang dikutip Wikipedia, menjadikannya kabupaten berpenduduk paling sedikit di Sumba. Ada enam kecamatan dan 65 desa.
Air Surut, setiap Minggu
Satu surat singkat setiap minggu tentang menjalani hidup dengan baik, dari pulau yang punya lebih banyak kuda daripada lampu lalu lintas. Gratis.
Email Anda hanya kami gunakan untuk mengirim surat ini. Anda bisa berhenti berlangganan dengan satu klik.Ibu kotanya, Waibakul, berada di dataran Anakalang di Kecamatan Katikutana, yang pusat kecamatannya di Anakalang. Waibakul adalah kota pemerintahan baru dengan gedung-gedung kantor di tengah sawah, bukan kota dagang lama. Kecamatan di selatan, Katikutana dan Katikutana Selatan, mencakup sebagian besar Taman Nasional Manupeu Tanah Daru. Di utara, Mamboro dan kecamatan-kecamatan Umbu Ratu Nggay mencapai pesisir utara, tempat Desa Mamboro menjadi pelabuhan kecil.
Cara ke sana
- Dari Bandara Tambolaka (TMC): sekitar 58 km ke Waibakul, kira-kira 1,5 jam bermobil lewat Waikabubak.
- Dari Waikabubak: sekitar 20 km ke timur di jalan utama, kira-kira 30 menit.
- Dari Waingapu (WGP): sekitar 107 km ke barat, kira-kira 3 jam lewat Lewa; jalan melintasi bagian barat Taman Nasional Manupeu Tanah Daru sebelum tiba di dataran.
- Bus: bus Waingapu-Waikabubak melintas dan berhenti tepat di depan Kampung Pasunga.
Untuk penerbangan ke Sumba, baca cara ke Sumba dari Bali.
Bentang alam
Sumba Tengah terletak di punggung pegunungan pulau, di antara timur yang kering dan barat yang hijau. Dari arah Lewa, bentang alam makin landai dan hijau, melewati pegunungan, lembah sungai dan hutan gugur yang lebat di taman nasional. Dataran Anakalang adalah persawahan beririgasi yang dikelilingi bukit, dengan kampung lama di hampir setiap puncak bukit di tepinya. Di selatan, taman nasional turun melalui hutan dan padang rumput ke teluk-teluk terpencil di Samudra Hindia, seperti Konda dan Maloba, sekitar 35 km dari Gallubakul; sebagian pesisir itu kini menjadi lahan pribadi dan dipagari.
Tempat-tempat utama
Kubur batu Anakalang
Anakalang memiliki sebagian kubur megalitik terbesar di Sumba, dengan ukiran yang lebih kaya dibanding daerah lain. Beberapa tempat yang baik untuk memulai:
- Kampung Pasunga: tepat di tepi jalan utama, sekitar 22 km di timur Waikabubak, di seberang pertigaan Waibakul. Kubur paling terkenalnya berupa lempeng tegak berukir raja dan istrinya, dibuat pada 1926; pengukirannya memakan waktu enam bulan dan 150 ekor kerbau dikorbankan dalam upacara pemakamannya. Warga sudah terbiasa dengan tamu.
- Kabunduk: kampung sekitar 1 km di selatan Pasunga, tempat bangunan lama dan baru bercampur. Dari sini, ditemani warga, Anda bisa mendaki ke kampung di puncak bukit, Makatakeri dan Lai Tarung, dengan pemandangan dataran sawah.
- Gallubakul: lebih ke selatan di tepi jalan, kubur Umbu Sawola beratnya sekitar 70 ton, terbesar kedua di Sumba setelah kubur seberat 79 ton yang didirikan untuk Umbu Jadar pada 2022.
Air terjun dan hutan
- Matayangu: air terjun setinggi kira-kira 75-80 m di Taman Nasional Manupeu Tanah Daru yang jatuh ke kolam toska. Jalurnya turun curam dan licin menembus hutan, sebaiknya bersama pemandu lokal dan saat kemarau. Tempat ini sakral dalam kepercayaan Marapu.
- Lapopu: di hilir, sudah masuk Sumba Barat dan lebih mudah dicapai, biasanya dari Waikabubak.
Di dekatnya, di Sumba Barat, ada kampung Tarung dan Praijing di Waikabubak; ke timur, jalan berlanjut melintasi sabana menuju Wairinding.
Budaya: bahasa, kampung dan kubur batu
Bahasa daerah utama adalah bahasa Anakalang di dataran dan bahasa Mamboru (Momboru) di utara, di samping bahasa Indonesia. Bahasa Inggris jarang dipakai, jadi sopir atau pemandu yang mengenal daerah ini sangat membantu; lihat juga kosakata berguna di Sumba. Banyak rumah adat di dekat jalan utama kini beratap seng; untuk melihat atap ilalang, Anda perlu masuk beberapa kilometer dari jalan utama.
Sumba Tengah tidak memiliki Pasola sendiri; lapangan terdekat ada di Wanokaka dan Lamboya, Sumba Barat (baca penjelasan Pasola). Upacara kematian, dengan tarik batu kubur dan pengorbanan kerbau, tetap menjadi pusat kehidupan di sini. Baca Marapu, ikat dan kampung adat sebelum berkunjung: isi buku tamu, beri sumbangan sukarela, berpakaian sopan, minta izin sebelum memotret, dan jangan memanjat atau menyentuh kubur batu.
Hal praktis
- Uang tunai: jangan mengandalkan ATM di Waibakul. ATM paling andal untuk kartu luar negeri (BNI dan Mandiri) ada di Waikabubak, Waingapu dan Tambolaka, jadi datanglah dengan uang kecil yang cukup.
- Kesehatan: Waibakul punya rumah sakit daerah yang kecil dan ada puskesmas di kecamatan, tetapi untuk perawatan lebih dari dasar, rumah sakit besar terdekat adalah RSUD Waikabubak, sekitar 20 km ke barat. Baca panduan keamanan dan kesehatan kami.
- BBM: isi penuh di Waikabubak atau Waingapu sebelum melintasi pulau; SPBU di antaranya sedikit, dan pada Oktober 2026 terjadi antrean serta pembatasan pembelian di wilayah barat. Lihat berkeliling Sumba.
- Sinyal: Telkomsel berfungsi di sepanjang jalan utama; di taman nasional dan lembah selatan biasanya tidak ada sinyal.
- Makan dan menginap: pilihan di Waibakul sangat terbatas; kebanyakan wisatawan menginap di Waikabubak dan datang dalam perjalanan pergi-pulang sehari. Lihat tempat menginap di Sumba.
Waktu terbaik
Musim kemarau, kira-kira Mei sampai September, paling mudah untuk jalan-jalan kecil, kampung di perbukitan dan jalur ke Matayangu. Pada bulan hujan, kira-kira Desember sampai Maret, dataran paling hijau dan air terjun paling deras, tetapi jalur hutan licin dan beberapa jalan tanah tidak bisa dilalui. Kunjungi kampung pada pagi atau sore hari, dan hindari Minggu pagi saat banyak warga beribadah. Ide lain di sepanjang jalan ada di pantai, laguna dan air terjun.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa ibu kota Sumba Tengah?
Waibakul, kota pemerintahan baru di dataran Anakalang, sekitar 20 km di timur Waikabubak.
Apakah Sumba Tengah punya bandara?
Tidak. Bandara terdekat adalah Tambolaka (TMC), sekitar 58 km atau kira-kira 1,5 jam; Waingapu (WGP) sekitar 107 km ke timur.
Apa yang bisa dilihat di Sumba Tengah?
Kubur megalitik berukir di Anakalang (Pasunga, Kabunduk, Gallubakul), kampung-kampung di perbukitan sekitar dataran, dan Air Terjun Matayangu di Taman Nasional Manupeu Tanah Daru.
Apakah ada Pasola di Sumba Tengah?
Tidak. Lapangan Pasola terdekat ada di Wanokaka dan Lamboya, Sumba Barat (Februari-Maret).
Bisakah menginap di Sumba Tengah?
Pilihannya sangat terbatas, jadi kebanyakan wisatawan menginap di Waikabubak, sekitar 30 menit, dan mengunjungi Anakalang serta Matayangu dalam perjalanan sehari.
Tempat dalam panduan ini
- Waibakul · Central Sumba · Buka di peta
- Central Sumba Regency, Wikipedia (area, districts, BPS mid-2025 population)
- Waibakul, Wikipedia (location and road distances)
- Waibakul, Anakalang and Surroundings, Sumba Information (Matthias Jungk), accessed Nov 2026
- Kampung Pasunga, Lonely Planet, accessed Nov 2026
- Tips and Tricks (banks, phone, Sundays), Sumba Information, accessed Nov 2026
- Sumba, Wikipedia (languages, megalithic tradition)
- Waibakul, OpenStreetMap / Nominatim (coordinates)
Menemukan kesalahan? Tulis ke info@ecobeachcity.com.
Air Surut, setiap Minggu
Satu surat singkat setiap minggu tentang menjalani hidup dengan baik, dari pulau yang punya lebih banyak kuda daripada lampu lalu lintas. Gratis.
Email Anda hanya kami gunakan untuk mengirim surat ini. Anda bisa berhenti berlangganan dengan satu klik.
