· Berita baru setiap pagi pukul 06.00 waktu Sumba (WITA) ⚲ CariENESID
The Sumba Times
Berita, budaya, dan perjalanan dari Pulau Sumba, Indonesia

Wisata

Taman Nasional Manupeu Tanah Daru, Sumba: panduan berkunjung

Hutan dataran rendah besar terakhir di Sumba bagian barat, rumah julang sumba, kakatua sumba, dan air terjun paling terkenal di pulau ini.

Redaksi The Sumba TimesTerbit 3 menit baca
Air mengalir di undakan batu Lapopu, di dalam Taman Nasional Manupeu Tanah Daru.
Air mengalir di undakan batu Lapopu, di dalam Taman Nasional Manupeu Tanah Daru. Foto: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (Public domain)
Jawaban singkat

Manupeu Tanah Daru adalah taman nasional di Sumba Barat dan Sumba Tengah, ditetapkan pada 1998 dan kini dikelola bersama Laiwangi Wanggameti sebagai Taman Nasional Matalawa, satu-satunya taman nasional di pulau ini. Kawasan ini melindungi hutan dataran rendah di lereng curam hingga sekitar 600-900 m, burung endemik langka seperti julang sumba, serta Air Terjun Lapopu dan Matayangu. Waikabubak (sekitar 16-25 km dari pintu masuk utama) menjadi basis, sekitar 1-1,5 jam dari Bandara Tambolaka; kebanyakan pengunjung datang untuk air terjun di musim kemarau dan mengamati burung di pagi hari.

Fakta penting
Lokasi
Sumba Barat dan Sumba Tengah; bagian dari Taman Nasional Matalawa
Dari bandara terdekat
Tambolaka (TMC): sekitar 1-1,5 jam ke Waikabubak, lalu 40 menit-1,5 jam ke pintu masuk
Waktu terbaik
Musim kemarau (sekitar Mei-Oktober) untuk jalur; fajar untuk burung
Tiket
Karcis per lokasi; Lapopu sekitar Rp 150.000 untuk wisatawan asing beberapa tahun terakhir
Cocok untuk
Air terjun, burung endemik (julang dan kakatua sumba), jalan-jalan di hutan

Fajar di tepi hutan di selatan Waikabubak. Padang rumput keperakan oleh embun, pepohonan di depan masih gelap, dan suara pertama adalah burung: pekik kasar kakatua, desir sayap julang yang melintasi lembah, paduan suara burung kecil yang tak bisa Anda sebutkan namanya. Di bawah sana, sebuah sungai mengalir menembus batu kapur menuju laut. Inilah salah satu tempat terakhir yang masih memperlihatkan rupa sebagian besar Sumba sebelum hutan dibuka untuk padang ternak dan ladang.

Apa itu taman nasional ini dan mengapa layak dikunjungi

Taman Nasional Manupeu Tanah Daru ditetapkan pada 1998 untuk melindungi blok hutan dataran rendah terbesar yang tersisa di Sumba, di lereng curam dari dekat permukaan laut sampai sekitar 600-900 m. Luas resminya berbeda menurut sumber: Wikipedia menyebut sekitar 88.000 ha, sedangkan pemberitaan media nasional menyebut sekitar 50.000 ha untuk Manupeu Tanah Daru dan sekitar 92.000 ha untuk gabungan Taman Nasional Matalawa (Manupeu Tanah Daru ditambah Laiwangi Wanggameti di Sumba Timur). Bagaimanapun, ini kawasan luas yang hampir tanpa jalan di Sumba Barat dan Sumba Tengah.

Taman ini terutama adalah suaka burung. Sumba punya beberapa spesies endemik, di antaranya julang sumba, kakatua jambul kuning sumba (kakatua cempaka), punai sumba, sikatan sumba, kepudang-sungu sumba, dan burung-madu sumba. Julang dan kakatua adalah dua spesies prioritas yang terancam di taman ini. Matalawa mencatat lebih dari 150 spesies burung, selain monyet ekor panjang, rusa timor, dan puluhan spesies kupu-kupu. Namun bagi kebanyakan pelancong, taman ini identik dengan air terjun: Lapopu dan Matayangu.

Cara ke sana

  • Dari Bandara Tambolaka (TMC): sekitar 42 km ke Waikabubak (kira-kira 1 jam), lalu 16-25 km lagi ke pintu masuk Lapopu atau Matayangu (sekitar 40 menit sampai 1,5 jam).
  • Dari Waingapu (WGP): sekitar 130-150 km, realistisnya 3,5-5 jam bermobil lewat Waibakul dan Waikabubak.
  • Di dalam kawasan: jalannya sedikit. Akses lewat pintu masuk air terjun, desa-desa di tepi taman, dan area pengamatan burung di dekat jalan utama; mobil dengan sopir yang mengenal daerah ini adalah pilihan praktis.

Kapan berkunjung dan waktu terbaik

Musim kemarau, kira-kira Mei sampai Oktober, memberi jalur lebih aman, air terjun lebih jernih, dan perjalanan lebih mudah. Sebagian operator lokal menyarankan kira-kira Maret-Juni dan Oktober-Desember untuk hutan yang paling hijau dan pengamatan burung, dan September disebut bagus untuk melihat julang. Bulan apa pun, datanglah pagi: burung paling aktif dari fajar sampai sekitar pukul 9 dan hutan lebih sejuk. Di musim hujan (kira-kira Desember-Maret) badai sore sering membuat jalur licin.

Tips dan etika

  • Biaya: bayar di pos jaga setiap lokasi dan minta karcis. Di Lapopu wisatawan asing membayar sekitar Rp 150.000 per orang dalam beberapa tahun terakhir (kira-kira 8 euro atau 9 dolar AS), wisatawan Indonesia jauh lebih murah; tarif bisa berubah.
  • Pemandu: sewa pemandu lokal atau petugas taman untuk jalan kaki di luar jalur air terjun, dan pemandu khusus untuk pengamatan burung. Bawa teropong.
  • Perlengkapan: sepatu yang mencengkeram, celana panjang, losion antinyamuk, kaus kaki antipacet di musim hujan, dan minimal 1,5 liter air per orang.
  • Hormati adat: banyak mata air, gua, dan air terjun adalah tempat sakral Marapu. Minta izin sebelum masuk gua atau memotret tempat ritual, jangan berisik, dan bawa pulang semua sampah.
  • Jangan memberi makan monyet atau membeli burung liar: perdagangan kakatua adalah salah satu penyebab spesies ini terancam.

Tempat terdekat

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu Taman Nasional Matalawa?

Nama gabungan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru (Sumba Barat dan Sumba Tengah) dan Laiwangi Wanggameti (Sumba Timur), yang dikelola satu balai. Ini satu-satunya taman nasional di Sumba.

Burung apa saja yang bisa dilihat di Manupeu Tanah Daru?

Burung endemik Sumba seperti julang sumba, kakatua jambul kuning sumba, punai sumba, sikatan sumba, dan burung-madu sumba, di antara lebih dari 150 spesies yang tercatat di Matalawa.

Air terjun apa saja yang ada di Taman Nasional Manupeu Tanah Daru?

Yang paling terkenal adalah Lapopu, dekat dari jalan, dan Matayangu, yang dicapai lewat trekking hutan yang lebih berat. Keduanya di selatan dan tenggara Waikabubak.

Berapa luas Taman Nasional Manupeu Tanah Daru?

Sumber berbeda: sekitar 50.000 ha menurut pemberitaan media nasional, sekitar 88.000 ha menurut Wikipedia. Gabungan Taman Nasional Matalawa sekitar 92.000 ha.

Tempat dalam panduan ini

  • Manupeu Tanah Daru National Park · West and Central Sumba · Buka di peta

Peta Sumba: tempat-tempat dalam panduan kami →

Merencanakan perjalanan ke Sumba? Panduan gratis kami membahas waktu terbaik, transportasi, biaya, keamanan dan budaya. Rencanakan perjalanan →

Air Surut, setiap Minggu

Satu surat singkat setiap minggu tentang menjalani hidup dengan baik, dari pulau yang punya lebih banyak kuda daripada lampu lalu lintas. Gratis.

Email Anda hanya kami gunakan untuk mengirim surat ini. Anda bisa berhenti berlangganan dengan satu klik.

Berita terkait

Patung batu berukir menghadap laut di Pantai Padadita, Waingapu, Sumba Timur.

Wisata

Kosakata berguna di Sumba: bahasa daerah dan ungkapan untuk wisatawan

Bahasa Indonesia dipahami di seluruh Sumba, tetapi beberapa kata dalam bahasa Kambera atau Weyewa dan sapaan yang tepat akan membuat Anda disambut sebagai tamu, bukan sekadar turis.

· 8 menit baca

Wisata

Sumba Tengah: yang perlu diketahui sebelum berangkat

Kabupaten yang biasanya hanya dilintasi ini menyimpan kubur batu terbesar di Sumba, air terjun di tengah hutan dan kampung-kampung tenang di dataran Anakalang. Inilah alasan untuk singgah.

· 4 menit baca

Wisata

Sumba Barat Daya: yang perlu diketahui sebelum berangkat

Bandara, danau air asin, kampung beratap menjulang di Kodi dan Pasola bulan Februari: kebanyakan perjalanan dimulai di Sumba Barat Daya. Begini gambarannya.

· 5 menit baca