· Berita baru setiap pagi pukul 06.00 waktu Sumba (WITA) ⚲ CariENESID
The Sumba Times
Berita, budaya, dan perjalanan dari Pulau Sumba, Indonesia

Wisata

Air Terjun Lapopu, Sumba: cara ke sana dan kapan datang

Air terjun tertinggi di Sumba mengalir menuruni tangga batu di dalam taman nasional, hanya jalan kaki singkat menembus hutan dari jalan.

Redaksi The Sumba TimesTerbit 3 menit baca
Kolam toska di bawah Air Terjun Lapopu saat musim kemarau, Taman Nasional Manupeu Tanah Daru, Sumba Barat.
Kolam toska di bawah Air Terjun Lapopu saat musim kemarau, Taman Nasional Manupeu Tanah Daru, Sumba Barat. Foto: Zahrasrtn (CC BY-SA 4.0)
Jawaban singkat

Lapopu adalah air terjun bertingkat setinggi sekitar 90 m di dalam Taman Nasional Manupeu Tanah Daru, di wilayah Wanokaka, tenggara Waikabubak, Sumba Barat. Jaraknya sekitar 16 km (sekitar 40-45 menit) dari Waikabubak dan sekitar 56 km (kira-kira 1,5 jam) dari Bandara Tambolaka, disusul jalan kaki 10-20 menit melewati jembatan bambu. Datanglah di musim kemarau, kira-kira Mei sampai Oktober, saat kolamnya cukup jernih untuk berenang; wisatawan asing membayar sekitar Rp 150.000 dalam beberapa tahun terakhir.

Fakta penting
Lokasi
Taman Nasional Manupeu Tanah Daru, wilayah Wanokaka, Sumba Barat
Dari bandara terdekat
Tambolaka (TMC): sekitar 56 km, kira-kira 1,5 jam, plus jalan kaki 10-20 menit
Waktu terbaik
Musim kemarau (sekitar Mei-Oktober), pagi hari
Tiket
Wisatawan asing sekitar Rp 150.000 beberapa tahun terakhir; tarif bisa berubah
Cocok untuk
Air terjun bertingkat besar, berenang di musim kemarau, wisata setengah hari

Lapopu terdengar sebelum terlihat: deru yang terus naik dari lembah menembus pepohonan, makin keras di setiap langkah di jalur berbatu tepi sungai. Lalu hutan terbuka dan seluruh tebing seakan bergerak, air meluncur dari satu undakan batu pucat ke undakan berikutnya, terpecah menjadi puluhan pita putih lalu berkumpul lagi di kolam toska. Percikan air melayang di atas bebatuan, kera ekor panjang mengamati dari dahan, dan udara tiba-tiba sejuk.

Lapopu adalah air terjun paling terkenal di Sumba Barat dan, menurut banyak sumber, yang tertinggi di pulau ini. Cukup mudah dijangkau dalam setengah hari dari Waikabubak, tetapi suasananya tetap liar.

Apa itu Lapopu dan mengapa layak dikunjungi

Lapopu (kadang ditulis Laipopu atau La Popu) jatuh sekitar 90 m dalam beberapa tingkat dan di beberapa bagian lebih lebar daripada tingginya, jadi lensa lebar atau mode panorama sangat membantu. The Jakarta Post menyebutnya air terjun tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Petugas taman nasional menyebut airnya berasal dari gua, bukan sungai biasa, dan kolam di bawahnya sedalam sekitar 2 m. Di hilir, PLTMH yang dibangun sekitar 2011 memanfaatkan aliran sungai, meski diberitakan sudah beberapa tahun tidak mengalirkan listrik ke warga.

Air Surut, setiap Minggu

Satu surat singkat setiap minggu tentang menjalani hidup dengan baik, dari pulau yang punya lebih banyak kuda daripada lampu lalu lintas. Gratis.

Email Anda hanya kami gunakan untuk mengirim surat ini. Anda bisa berhenti berlangganan dengan satu klik.

Air terjun ini berada di dalam Taman Nasional Manupeu Tanah Daru, yang kini dikelola bersama Laiwangi Wanggameti sebagai Taman Nasional Matalawa, satu-satunya taman nasional di Sumba. Banyak orang Sumba menganggap air terjun sebagai tempat sakral, jadi bersikaplah seperti di tempat ibadah.

Cara ke Lapopu

  • Dari Waikabubak: sekitar 16 km, sekitar 40-45 menit bermobil. Arahkan ke selatan menuju Wanokaka sekitar 13 km, lalu belok ke timur sekitar 4 km sampai pintu masuk taman nasional; ikuti papan petunjuk taman nasional.
  • Dari Bandara Tambolaka (TMC): sekitar 56 km, kira-kira 1,5 jam bermobil lewat Waikabubak.
  • Dari Waingapu (WGP): sekitar 150 km, realistisnya 4-5 jam bermobil, jadi sebaiknya menginap dulu di Sumba Barat.

Ruas terakhir berupa kerikil atau sebagian belum beraspal dan petunjuk jalan minim, jadi sopir yang tahu jalan menghemat waktu. Dari parkiran sekitar 10-20 menit berjalan kaki di tepi sungai: berbatu, licin di beberapa titik, ada tanjakan curam pendek dan jembatan bambu yang dilewati satu per satu. Beberapa catatan lama menyebut jalan kaki jauh lebih panjang dari jalan utama; dengan mobil Anda bisa sampai ke pos.

Kapan berkunjung dan waktu terbaik

Musim kemarau, kira-kira Mei sampai Oktober, paling baik: jalur lebih aman, jembatan lebih andal, dan kolam berwarna toska. Setelah hujan deras air bisa keruh cokelat dan arus terlalu kuat untuk berenang, dan pada awal 2023 badai sempat merusak jembatan bambu. Datanglah pagi hari untuk cahaya lembut di tebing dan pengunjung lebih sedikit; akhir pekan dan libur nasional lebih ramai.

Tips dan etika

  • Biaya: tarif taman nasional dan pungutan lokal sering berubah. Wisatawan asing membayar sekitar Rp 150.000 per orang dalam beberapa tahun terakhir (kira-kira 8 euro atau 9 dolar AS), dengan tarif lebih tinggi saat libur, sedangkan wisatawan Indonesia jauh lebih murah; parkir sekitar Rp 10.000. Pemandu atau porter lokal bisa meminta sekitar Rp 50.000. Pastikan tarif terbaru di pos jaga dan minta karcis.
  • Alas kaki: pakai sepatu yang mencengkeram, bukan sandal jepit. Batu di dekat air terjun licin.
  • Berenang: boleh di musim kemarau, tetapi jangan masuk air setelah hujan dan jangan menyeberang sungai saat arus kuat.
  • Ada toilet sederhana di parkiran dan kadang penjual kelapa. Bawa air minum dan bawa pulang semua sampah.
  • Jangan meninggalkan sesajen, coretan, atau sampah di air terjun, dan jangan memutar musik.

Tempat terdekat

Bandingkan Lapopu dengan tempat air lain di pulau ini dalam panduan kami tentang pantai, laguna, dan air terjun di Sumba.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa tinggi Air Terjun Lapopu?

Sekitar 90 m, jatuh dalam beberapa tingkat. Biasanya disebut sebagai air terjun tertinggi di Sumba.

Berapa lama jalan kaki ke Lapopu?

Dari parkiran sekitar 10-20 menit di tepi sungai, melewati batu dan jembatan bambu. Pakai sepatu yang mencengkeram.

Bolehkah berenang di Lapopu?

Boleh. Di musim kemarau kolamnya (sedalam sekitar 2 m) jernih dan boleh untuk berenang. Setelah hujan deras air keruh dan arus bisa berbahaya.

Berapa tiket masuk Lapopu?

Wisatawan asing membayar sekitar Rp 150.000 per orang dalam beberapa tahun terakhir, lebih mahal saat libur, ditambah parkir sekitar Rp 10.000. Tarif bisa berubah, jadi pastikan di pos jaga.

Tempat dalam panduan ini

Peta Sumba: tempat-tempat dalam panduan kami →

Merencanakan perjalanan ke Sumba? Panduan gratis kami membahas waktu terbaik, transportasi, biaya, keamanan dan budaya. Rencanakan perjalanan →

Air Surut, setiap Minggu

Satu surat singkat setiap minggu tentang menjalani hidup dengan baik, dari pulau yang punya lebih banyak kuda daripada lampu lalu lintas. Gratis.

Email Anda hanya kami gunakan untuk mengirim surat ini. Anda bisa berhenti berlangganan dengan satu klik.

Berita terkait

Patung batu berukir menghadap laut di Pantai Padadita, Waingapu, Sumba Timur.

Wisata

Kosakata berguna di Sumba: bahasa daerah dan ungkapan untuk wisatawan

Bahasa Indonesia dipahami di seluruh Sumba, tetapi beberapa kata dalam bahasa Kambera atau Weyewa dan sapaan yang tepat akan membuat Anda disambut sebagai tamu, bukan sekadar turis.

· 8 menit baca

Wisata

Sumba Tengah: yang perlu diketahui sebelum berangkat

Kabupaten yang biasanya hanya dilintasi ini menyimpan kubur batu terbesar di Sumba, air terjun di tengah hutan dan kampung-kampung tenang di dataran Anakalang. Inilah alasan untuk singgah.

· 4 menit baca

Wisata

Sumba Barat Daya: yang perlu diketahui sebelum berangkat

Bandara, danau air asin, kampung beratap menjulang di Kodi dan Pasola bulan Februari: kebanyakan perjalanan dimulai di Sumba Barat Daya. Begini gambarannya.

· 5 menit baca