Wisata
Air Terjun Lapopu, Sumba: cara ke sana dan kapan datang
Air terjun tertinggi di Sumba mengalir menuruni tangga batu di dalam taman nasional, hanya jalan kaki singkat menembus hutan dari jalan.

Lapopu adalah air terjun bertingkat setinggi sekitar 90 m di dalam Taman Nasional Manupeu Tanah Daru, di wilayah Wanokaka, tenggara Waikabubak, Sumba Barat. Jaraknya sekitar 16 km (sekitar 40-45 menit) dari Waikabubak dan sekitar 56 km (kira-kira 1,5 jam) dari Bandara Tambolaka, disusul jalan kaki 10-20 menit melewati jembatan bambu. Datanglah di musim kemarau, kira-kira Mei sampai Oktober, saat kolamnya cukup jernih untuk berenang; wisatawan asing membayar sekitar Rp 150.000 dalam beberapa tahun terakhir.
- Lokasi
- Taman Nasional Manupeu Tanah Daru, wilayah Wanokaka, Sumba Barat
- Dari bandara terdekat
- Tambolaka (TMC): sekitar 56 km, kira-kira 1,5 jam, plus jalan kaki 10-20 menit
- Waktu terbaik
- Musim kemarau (sekitar Mei-Oktober), pagi hari
- Tiket
- Wisatawan asing sekitar Rp 150.000 beberapa tahun terakhir; tarif bisa berubah
- Cocok untuk
- Air terjun bertingkat besar, berenang di musim kemarau, wisata setengah hari
Lapopu terdengar sebelum terlihat: deru yang terus naik dari lembah menembus pepohonan, makin keras di setiap langkah di jalur berbatu tepi sungai. Lalu hutan terbuka dan seluruh tebing seakan bergerak, air meluncur dari satu undakan batu pucat ke undakan berikutnya, terpecah menjadi puluhan pita putih lalu berkumpul lagi di kolam toska. Percikan air melayang di atas bebatuan, kera ekor panjang mengamati dari dahan, dan udara tiba-tiba sejuk.
Lapopu adalah air terjun paling terkenal di Sumba Barat dan, menurut banyak sumber, yang tertinggi di pulau ini. Cukup mudah dijangkau dalam setengah hari dari Waikabubak, tetapi suasananya tetap liar.
Apa itu Lapopu dan mengapa layak dikunjungi
Lapopu (kadang ditulis Laipopu atau La Popu) jatuh sekitar 90 m dalam beberapa tingkat dan di beberapa bagian lebih lebar daripada tingginya, jadi lensa lebar atau mode panorama sangat membantu. The Jakarta Post menyebutnya air terjun tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Petugas taman nasional menyebut airnya berasal dari gua, bukan sungai biasa, dan kolam di bawahnya sedalam sekitar 2 m. Di hilir, PLTMH yang dibangun sekitar 2011 memanfaatkan aliran sungai, meski diberitakan sudah beberapa tahun tidak mengalirkan listrik ke warga.
Air Surut, setiap Minggu
Satu surat singkat setiap minggu tentang menjalani hidup dengan baik, dari pulau yang punya lebih banyak kuda daripada lampu lalu lintas. Gratis.
Email Anda hanya kami gunakan untuk mengirim surat ini. Anda bisa berhenti berlangganan dengan satu klik.Air terjun ini berada di dalam Taman Nasional Manupeu Tanah Daru, yang kini dikelola bersama Laiwangi Wanggameti sebagai Taman Nasional Matalawa, satu-satunya taman nasional di Sumba. Banyak orang Sumba menganggap air terjun sebagai tempat sakral, jadi bersikaplah seperti di tempat ibadah.
Cara ke Lapopu
- Dari Waikabubak: sekitar 16 km, sekitar 40-45 menit bermobil. Arahkan ke selatan menuju Wanokaka sekitar 13 km, lalu belok ke timur sekitar 4 km sampai pintu masuk taman nasional; ikuti papan petunjuk taman nasional.
- Dari Bandara Tambolaka (TMC): sekitar 56 km, kira-kira 1,5 jam bermobil lewat Waikabubak.
- Dari Waingapu (WGP): sekitar 150 km, realistisnya 4-5 jam bermobil, jadi sebaiknya menginap dulu di Sumba Barat.
Ruas terakhir berupa kerikil atau sebagian belum beraspal dan petunjuk jalan minim, jadi sopir yang tahu jalan menghemat waktu. Dari parkiran sekitar 10-20 menit berjalan kaki di tepi sungai: berbatu, licin di beberapa titik, ada tanjakan curam pendek dan jembatan bambu yang dilewati satu per satu. Beberapa catatan lama menyebut jalan kaki jauh lebih panjang dari jalan utama; dengan mobil Anda bisa sampai ke pos.
Kapan berkunjung dan waktu terbaik
Musim kemarau, kira-kira Mei sampai Oktober, paling baik: jalur lebih aman, jembatan lebih andal, dan kolam berwarna toska. Setelah hujan deras air bisa keruh cokelat dan arus terlalu kuat untuk berenang, dan pada awal 2023 badai sempat merusak jembatan bambu. Datanglah pagi hari untuk cahaya lembut di tebing dan pengunjung lebih sedikit; akhir pekan dan libur nasional lebih ramai.
Tips dan etika
- Biaya: tarif taman nasional dan pungutan lokal sering berubah. Wisatawan asing membayar sekitar Rp 150.000 per orang dalam beberapa tahun terakhir (kira-kira 8 euro atau 9 dolar AS), dengan tarif lebih tinggi saat libur, sedangkan wisatawan Indonesia jauh lebih murah; parkir sekitar Rp 10.000. Pemandu atau porter lokal bisa meminta sekitar Rp 50.000. Pastikan tarif terbaru di pos jaga dan minta karcis.
- Alas kaki: pakai sepatu yang mencengkeram, bukan sandal jepit. Batu di dekat air terjun licin.
- Berenang: boleh di musim kemarau, tetapi jangan masuk air setelah hujan dan jangan menyeberang sungai saat arus kuat.
- Ada toilet sederhana di parkiran dan kadang penjual kelapa. Bawa air minum dan bawa pulang semua sampah.
- Jangan meninggalkan sesajen, coretan, atau sampah di air terjun, dan jangan memutar musik.
Tempat terdekat
- Air Terjun Matayangu, trekking hutan yang lebih berat di aliran air yang sama, beberapa kilometer dari sini.
- Kota Waikabubak, basis terdekat untuk makan, uang tunai, dan bensin.
- Pantai Marosi, di pesisir selatan Lamboya, sekitar 1 jam.
- Kampung Praijing, searah jalan pulang ke kota.
Bandingkan Lapopu dengan tempat air lain di pulau ini dalam panduan kami tentang pantai, laguna, dan air terjun di Sumba.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa tinggi Air Terjun Lapopu?
Sekitar 90 m, jatuh dalam beberapa tingkat. Biasanya disebut sebagai air terjun tertinggi di Sumba.
Berapa lama jalan kaki ke Lapopu?
Dari parkiran sekitar 10-20 menit di tepi sungai, melewati batu dan jembatan bambu. Pakai sepatu yang mencengkeram.
Bolehkah berenang di Lapopu?
Boleh. Di musim kemarau kolamnya (sedalam sekitar 2 m) jernih dan boleh untuk berenang. Setelah hujan deras air keruh dan arus bisa berbahaya.
Berapa tiket masuk Lapopu?
Wisatawan asing membayar sekitar Rp 150.000 per orang dalam beberapa tahun terakhir, lebih mahal saat libur, ditambah parkir sekitar Rp 10.000. Tarif bisa berubah, jadi pastikan di pos jaga.
Tempat dalam panduan ini
- Lapopu waterfall · Wanokaka, West Sumba · Buka di peta
- La Popu waterfall, Travelfish (Sally Arnold)
- Lapopu waterfall set to wow tourists, The Jakarta Post, 1 April 2017
- Tips for visiting Lapopu waterfall in Sumba Island, Londoner in Sydney, January 2023
- Air Terjun Lapopu, sumber energi PLTMH dengan keindahan alam, Good News From Indonesia, 12 December 2022
- Pesona keindahan Air Terjun Lapopu Sumba, Good News From Indonesia, 20 March 2020
- Sumba: Wanokaka and Lemboya, The Spice Route End
- Coordinates: Lapopu Waterfall, OpenStreetMap (node 1672995777)
Menemukan kesalahan? Tulis ke info@ecobeachcity.com.
Air Surut, setiap Minggu
Satu surat singkat setiap minggu tentang menjalani hidup dengan baik, dari pulau yang punya lebih banyak kuda daripada lampu lalu lintas. Gratis.
Email Anda hanya kami gunakan untuk mengirim surat ini. Anda bisa berhenti berlangganan dengan satu klik.