· Berita baru setiap pagi pukul 06.00 waktu Sumba (WITA) ⚲ CariENESID
The Sumba Times
Berita, budaya, dan perjalanan dari Pulau Sumba, Indonesia

Wisata

Taman Nasional Laiwangi Wanggameti, Sumba: hutan dan puncak tertinggi

Hutan berkabut, kakatua, dan puncak 1.225 m di pedalaman tenggara Sumba: cara merencanakan kunjungan ke sudut paling liar di pulau ini.

Redaksi The Sumba TimesTerbit 3 menit baca
Jawaban singkat

Taman Nasional Laiwangi Wanggameti melindungi sekitar 470 km² hutan di tenggara Sumba, termasuk Gunung Wanggameti (1.225 m), titik tertinggi di pulau ini. Sejak 2016 taman ini dikelola bersama Manupeu Tanah Daru sebagai Taman Nasional Matalawa, dengan kantor di Waingapu; titik awal pendakian di Desa Wanggameti sekitar 3-4 jam bermobil dari Waingapu, dan musim kemarau (Mei-Oktober) paling baik.

Fakta penting
Lokasi
Tenggara Sumba Timur; titik awal di Desa Wanggameti
Dari bandara terdekat
Waingapu (WGP): sekitar 3-4 jam bermobil ke titik awal
Waktu terbaik
Musim kemarau (kira-kira Mei-Oktober), pagi hari
Tiket
Cek izin dan tarif terbaru di kantor Balai TN Matalawa, Waingapu
Cocok untuk
Pengamatan burung, mendaki di hutan, puncak tertinggi Sumba (1.225 m)

Begitu naik meninggalkan padang rumput kering di timur, udaranya berubah. Jalan menuju Wanggameti berkelok melewati perbukitan yang makin hijau hingga Anda berada di antara pohon-pohon tinggi berselimut lumut, kabut melayang di antara batang, dan tanah empuk oleh dedaunan. Di atas, sekawanan kakatua melintas sambil memekik; kepakan sayap rangkong berbunyi seperti kereta lewat. Di Waingapu mungkin sudah berbulan-bulan tidak hujan. Di sini hutan selalu basah.

Laiwangi Wanggameti adalah bentang hutan terbesar yang tersisa di Sumba dan taman nasionalnya yang paling terpencil. Tempat ini tidak dirancang untuk wisata santai, dan justru karena itu memberi pengalaman berharga bagi pengamat burung, pendaki, dan siapa pun yang ingin mengenal sisi liar pulau ini.

Mengenal lebih dekat

Taman nasional ini ditetapkan pada 1998 dan mencakup sekitar 470 km² di tenggara Kabupaten Sumba Timur. Sejak 2016 pengelolaannya digabung dengan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru di barat dengan nama Matalawa. Kawasan ini melindungi sebagian besar tipe hutan di Sumba dan menjadi daerah tangkapan air utama di bagian timur pulau.

Air Surut, setiap Minggu

Satu surat singkat setiap minggu tentang menjalani hidup dengan baik, dari pulau yang punya lebih banyak kuda daripada lampu lalu lintas. Gratis.

Email Anda hanya kami gunakan untuk mengirim surat ini. Anda bisa berhenti berlangganan dengan satu klik.

Bagi pengamat burung, inilah daya tarik utamanya. Spesies yang tercatat di taman ini antara lain kakatua jambul jingga, punai Sumba, gemak Sumba, sikatan Sumba, kepudang-sungu Sumba, dan burung-madu Sumba. Kedua taman di bawah Matalawa mencatat 84 spesies burung, 10 di antaranya hanya ada di Sumba, dan BirdLife International menetapkan kawasan ini sebagai Daerah Penting bagi Burung dan Keanekaragaman Hayati.

Para pendaki datang untuk Gunung Wanggameti, 1.225 m, titik tertinggi di Sumba. Jalurnya berupa perjalanan menembus hutan dengan banyak naik-turun, bukan pendakian teknis. Operator tur juga mengajak pengunjung ke air terjun di dalam dan sekitar taman, seperti Laputi.

Cara ke sana

Akses yang umum adalah dari Waingapu melalui Tanarara (sekitar 57 km dan 2-2,5 jam), lalu 1-1,5 jam lagi lewat jalan rusak menuju Desa Wanggameti. Perkirakan total sekitar 3-4 jam bermobil; mobil 4WD atau kendaraan bergardan tinggi sangat membantu, terutama setelah hujan.

  • Dari Bandara Waingapu (WGP): sekitar 3-4 jam ke titik awal pendakian Wanggameti. Rencanakan minimal satu malam di dekat taman.
  • Dari Tambolaka (TMC): sekitar 4-5 jam dulu ke Waingapu; ini perjalanan tersendiri di Sumba Timur selama dua hari atau lebih.

Pendakian ke puncak: titik awal berada di ketinggian sekitar 1.160 m, kira-kira 1,5 km setelah pos masuk taman di atas Desa Wanggameti. Jaraknya sekitar 7 km ke puncak, kira-kira 3 jam sekali jalan termasuk istirahat. Tidak ada sumber air di jalur.

Kapan datang dan jam terbaik

  • Musim: sangat disarankan musim kemarau, kira-kira Mei-Oktober. Pada musim hujan jalan lebih sulit dan pacet sangat banyak di hutan.
  • Jam: mulai saat fajar. Burung paling aktif pagi-pagi, hutan lebih sejuk, dan awan sering menutupi puncak menjelang siang.

Tips dan etika

  • Izin dan biaya: hubungi kantor Balai Taman Nasional Matalawa di Waingapu (Jalan Adam Malik) sebelum berangkat untuk menanyakan izin, tiket masuk, dan kemungkinan menginap di pos taman. Tarif taman nasional di Indonesia biasanya terjangkau, tetapi pastikan dulu karena bisa berubah.
  • Pemandu: sewa pemandu lokal di Desa Wanggameti. Ini membantu warga, dan jalurnya tidak selalu jelas.
  • Bawa: semua air yang dibutuhkan, makanan (warung kecil terakhir ada di Tanarara), jas hujan, kaus kaki antipacet saat musim hujan, teropong, dan senter kepala.
  • Hormat: hutan di Sumba bisa menyimpan tempat yang dikeramatkan dalam kepercayaan Marapu. Ikuti pemandu, jangan masuk ke tempat yang ditandai atau dipagari, dan jangan mengambil tumbuhan atau hewan.
  • Satwa: jaga suara, jangan memberi makan hewan, dan jangan memutar suara burung berulang-ulang.

Tempat terdekat

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa gunung tertinggi di Sumba?

Gunung Wanggameti, 1.225 m, di dalam Taman Nasional Laiwangi Wanggameti, Sumba Timur.

Berapa lama mendaki Gunung Wanggameti?

Sekitar 7 km dari titik awal di hutan ke puncak, kira-kira 3 jam sekali jalan, jadi rencanakan sekitar 6 jam pulang-pergi.

Apakah perlu izin untuk masuk Taman Nasional Laiwangi Wanggameti?

Hubungi kantor Balai Taman Nasional Matalawa di Waingapu sebelum berangkat; mereka bisa memberi informasi tentang izin, tarif, pemandu, dan menginap di pos taman.

Burung apa saja yang bisa dilihat di Laiwangi Wanggameti?

Spesies yang tercatat antara lain kakatua jambul jingga, punai Sumba, gemak Sumba, sikatan Sumba, dan burung endemik Sumba lainnya.

Tempat dalam panduan ini

  • Laiwangi Wanggameti National Park · East Sumba · Buka di peta

Peta Sumba: tempat-tempat dalam panduan kami →

Merencanakan perjalanan ke Sumba? Panduan gratis kami membahas waktu terbaik, transportasi, biaya, keamanan dan budaya. Rencanakan perjalanan →

Air Surut, setiap Minggu

Satu surat singkat setiap minggu tentang menjalani hidup dengan baik, dari pulau yang punya lebih banyak kuda daripada lampu lalu lintas. Gratis.

Email Anda hanya kami gunakan untuk mengirim surat ini. Anda bisa berhenti berlangganan dengan satu klik.

Berita terkait

Patung batu berukir menghadap laut di Pantai Padadita, Waingapu, Sumba Timur.

Wisata

Kosakata berguna di Sumba: bahasa daerah dan ungkapan untuk wisatawan

Bahasa Indonesia dipahami di seluruh Sumba, tetapi beberapa kata dalam bahasa Kambera atau Weyewa dan sapaan yang tepat akan membuat Anda disambut sebagai tamu, bukan sekadar turis.

· 8 menit baca

Wisata

Sumba Tengah: yang perlu diketahui sebelum berangkat

Kabupaten yang biasanya hanya dilintasi ini menyimpan kubur batu terbesar di Sumba, air terjun di tengah hutan dan kampung-kampung tenang di dataran Anakalang. Inilah alasan untuk singgah.

· 4 menit baca

Wisata

Sumba Barat Daya: yang perlu diketahui sebelum berangkat

Bandara, danau air asin, kampung beratap menjulang di Kodi dan Pasola bulan Februari: kebanyakan perjalanan dimulai di Sumba Barat Daya. Begini gambarannya.

· 5 menit baca