Wisata
Air Terjun Waimarang, Sumba: kolam toska di tengah hutan
Jalan kaki singkat dan curam menembus pepohonan menuju kolam biru terang yang dikelilingi dinding kapur: cara ke Waimarang dan menikmatinya sebelum ramai.

Air Terjun Waimarang berada di Desa Tamburi, Kecamatan Rindi, di pedalaman Melolo, Sumba Timur, sekitar 1,5-2 jam bermobil dari Waingapu. Dari area parkir, perlu 20-45 menit berjalan turun ke kolam toska yang cocok untuk berenang; tiket masuk dilaporkan gratis dengan biaya parkir kecil, dan pagi hari kerja paling sepi.
- Lokasi
- Desa Tamburi, Kecamatan Rindi, pedalaman Melolo, Sumba Timur
- Dari bandara terdekat
- Waingapu (WGP): sekitar 1,5-2 jam bermobil, lalu jalan kaki 20-45 menit
- Waktu terbaik
- Pagi hari kerja; musim kemarau untuk air jernih
- Tiket
- Gratis menurut laporan 2020; parkir sekitar Rp 5.000-10.000
- Cocok untuk
- Berenang, fotografi, jeda sejuk di perjalanan ke tenggara
Jalur menurun tajam dari tempat parkir ke dalam hutan, panas sabana berganti teduh, kicau burung, dan aroma tanah basah. Anda menyeberangi aliran sungai kecil, menuruni bebatuan terakhir, lalu hutan terbuka di sekeliling kolam yang begitu biru seolah diterangi dari bawah. Tirai air tipis meluncur di dinding kapur ke dalamnya. Dinding batu pucat dan akar-akar menggantung menutup kolam di tiga sisi, dan yang terdengar hanya air jatuh dan bunyi orang yang melompat ke air.
Waimarang memang kecil, tetapi termasuk tempat berenang terindah di Sumba Timur, dan jeda sempurna di tengah hari mengunjungi kampung-kampung di tenggara.
Mengenal lebih dekat
Air Terjun Waimarang adalah air terjun kecil yang mengisi kolam alami lebar berair toska jernih, dikelilingi dinding kapur dan hutan. Tidak tinggi dan tidak deras. Warna dan suasananya yang menjadi alasan datang. Ada tebing rendah di satu sisi dan kolam kecil di samping kolam utama. Lokasinya di Desa Tamburi, Kecamatan Rindi, di perbukitan pedalaman pesisir tenggara.
Air Surut, setiap Minggu
Satu surat singkat setiap minggu tentang menjalani hidup dengan baik, dari pulau yang punya lebih banyak kuda daripada lampu lalu lintas. Gratis.
Email Anda hanya kami gunakan untuk mengirim surat ini. Anda bisa berhenti berlangganan dengan satu klik.Sebagian pesonanya terletak pada kontrasnya. Perjalanan ke sana melintasi padang terbuka keemasan tempat sapi, babi, dan kambing berkeliaran, terutama pada bulan-bulan kering sekitar Agustus dan September, lalu jalur turun ke kantong hutan hijau yang tetap sejuk dan teduh. Sediakan setidaknya satu-dua jam di kolam; kebanyakan orang berenang, beristirahat di bebatuan, dan makan bekal sebelum mendaki kembali.
Cara ke sana
Dari Waingapu, ikuti jalan pesisir ke tenggara menuju Melolo, lalu masuk ke pedalaman lewat jalan menuju Kananggar; simpang ke air terjun berada sekitar 10 km ke pedalaman, ditambah sekitar 3 km jalan rusak ke tempat parkir. Jalan utamanya mulus, tetapi bagian terakhir bergelombang. Sumber menyebut waktu tempuh sekitar 90 menit sampai 2 jam.
- Jalan kaki: dari parkiran sekitar 1 km, kira-kira 20-45 menit, menurun sekitar 150 m lewat jalur sempit dan menyeberangi sungai kecil di dekat ujung. Bagian beratnya adalah mendaki kembali.
- Dari Bandara Waingapu (WGP): sekitar 1,5-2 jam.
- Dari Tambolaka (TMC): sekitar 4-5 jam dulu ke Waingapu; kunjungi dari basis di Sumba Timur.
Kapan datang dan jam terbaik
- Jam: datang pagi-pagi. Kolam paling tenang, cahaya di sela pepohonan paling lembut, dan Anda mendahului rombongan.
- Hari: hindari akhir pekan dan hari libur bila memungkinkan.
- Musim: musim kemarau (kira-kira Mei-November di timur) biasanya memberi air paling jernih dan jalan lebih mudah. Setelah hujan deras air bisa keruh dan jalur licin.
Tips dan etika
- Biaya: laporan tahun 2020 menyebut masuk gratis dengan parkir sekitar Rp 10.000 untuk mobil dan Rp 5.000 untuk motor; jumlahnya mungkin sudah berubah, jadi bawa uang pecahan kecil.
- Bawa: air, makanan, baju ganti, dan sepatu atau sandal yang tidak licin. Tidak ada ruang ganti di kolam, hanya yang sederhana di area parkir.
- Aman berenang: cek kedalaman sebelum melompat dan jangan terjun kepala lebih dulu ke air yang belum Anda kenal.
- Hormat: air terjun ini berada di tanah desa. Jaga suara, minta izin sebelum memotret orang, dan bawa kembali semua sampah.
- Kebugaran: turunannya pendek tetapi curam, dan mendaki kembali di tengah panas cukup melelahkan. Pelan-pelan saja.
Tempat terdekat
- Rende, kampung raja dengan kubur megalitik di selatan Melolo.
- Pau, kampung tenun di delta Sungai Melolo.
- Taman Nasional Laiwangi Wanggameti, lebih jauh ke pedalaman lewat Kananggar.
Lihat juga panduan kami tentang pantai, laguna, dan air terjun.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa jarak Air Terjun Waimarang dari Waingapu?
Sekitar 1,5-2 jam bermobil lewat Melolo dan jalan menuju Kananggar, lalu 20-45 menit berjalan turun dari tempat parkir.
Bisakah berenang di Waimarang?
Bisa, kolam toskanya yang lebar cocok untuk berenang. Cek kedalaman sebelum melompat.
Apakah jalur ke Waimarang sulit?
Pendek, sekitar 1 km, tetapi curam, dengan turunan sekitar 150 m dan menyeberangi sungai kecil. Bagian tersulit adalah naik kembali.
Apakah ada tiket masuk?
Laporan tahun 2020 menyebut gratis dengan biaya parkir kecil. Bawa uang pecahan kecil kalau-kalau sudah berubah.
Tempat dalam panduan ini
- Waimarang Waterfall · East Sumba · Buka di peta
- Waimarang Waterfall in East Sumba, Voice of Indonesia, 16 Dec 2020
- East Sumba and its unforgettable beauty, The Jakarta Post, 3 Jul 2019
- Air Terjun Waimarang, Lonely Planet
- The Southeast of Sumba, Sumba Information
- Air Terjun Waimarang, OpenStreetMap / Nominatim
Menemukan kesalahan? Tulis ke info@ecobeachcity.com.
Air Surut, setiap Minggu
Satu surat singkat setiap minggu tentang menjalani hidup dengan baik, dari pulau yang punya lebih banyak kuda daripada lampu lalu lintas. Gratis.
Email Anda hanya kami gunakan untuk mengirim surat ini. Anda bisa berhenti berlangganan dengan satu klik.