· Berita baru setiap pagi pukul 06.00 waktu Sumba (WITA) ⚲ CariENESID
The Sumba Times
Berita, budaya, dan perjalanan dari Pulau Sumba, Indonesia

Wisata

Kampung Rende, Sumba: kubur raja dan tenun ikat di tenggara

Kubur batu raksasa berukir di antara dua deret rumah menjulang, di bekas wilayah raja-raja Rindi: yang perlu diketahui sebelum berkunjung ke Rende dan Praiyawang.

Redaksi The Sumba TimesTerbit 3 menit baca
Rumah adat Sumba beratap menjulang di Kampung Rende, Sumba Timur, di samping kubur batu tua.
Rumah adat Sumba beratap menjulang di Kampung Rende, Sumba Timur, di samping kubur batu tua. Foto: Irfantraveller (CC BY-SA 4.0)
Jawaban singkat

Rende (juga ditulis Rindi) adalah kampung adat bangsawan di Kecamatan Rindi, Sumba Timur, sekitar 7 km di selatan Melolo dan kira-kira 70 km dari Waingapu, sekitar 1,5-2 jam bermobil. Kampung ini terkenal dengan kubur megalitik raksasa yang dihiasi ukiran hewan bertumpuk dan tenun ikat yang halus; tidak ada tiket, tetapi pengunjung mengisi buku tamu dan memberi sumbangan.

Fakta penting
Lokasi
Kecamatan Rindi, Sumba Timur, sekitar 7 km di selatan Melolo
Dari bandara terdekat
Waingapu (WGP): sekitar 70 km, kira-kira 1,5-2 jam bermobil
Waktu terbaik
Pagi atau sore; musim kemarau untuk perjalanan paling mudah
Tiket
Tidak ada tiket; buku tamu dan sumbangan (sekitar Rp 20.000-50.000)
Cocok untuk
Kubur megalitik raja, rumah adat, tenun ikat

Kampung ini berdiri di atas tanah tinggi di atas lembah sungai yang hijau, dan yang pertama terlihat adalah batu. Di tengahnya, di antara dua deret rumah tinggi, terbaring kubur-kubur: lempengan raksasa yang ditopang kaki batu, sebagian dihiasi ukiran hewan yang bertumpuk, buaya, penyu, kuda, dan ayam jantan, permukaannya melunak dimakan cuaca. Tanduk kerbau tergantung di bawah atap. Suasananya sangat sunyi, kecuali bunyi alat tenun yang sedang dipasang di beranda dan angin di pohon kelapa.

Rende adalah kampung raja paling terkenal di Sumba Timur dan salah satu tempat terbaik di pulau ini untuk memahami bagaimana garis keturunan, status, dan batu saling terjalin.

Mengenal lebih dekat

Rende, atau Rindi, adalah bekas pusat wilayah adat Rindi di Kecamatan Rindi, Sumba Timur. Panduan wisata menyebutnya "kampung para raja". Kampung Praiyawang di Desa Rindi adalah tujuan sebagian besar pengunjung: salah satu kampung adat tertua di Sumba Timur, dengan megalit yang masih utuh dan rumah adat bermenara tinggi. Laporan media lokal menyebut kubur batu yang dibangun untuk kaum bangsawan berbobot sekitar 1 sampai 5 ton, dan benda pusaka seperti gong, tambur, dan pakaian adat, sebagian disebut berusia ratusan tahun, masih disimpan dan digunakan dalam ritual.

Air Surut, setiap Minggu

Satu surat singkat setiap minggu tentang menjalani hidup dengan baik, dari pulau yang punya lebih banyak kuda daripada lampu lalu lintas. Gratis.

Email Anda hanya kami gunakan untuk mengirim surat ini. Anda bisa berhenti berlangganan dengan satu klik.

Secara tradisional, masyarakat di sini terbagi berdasarkan kelahiran antara bangsawan dan mereka yang melayani, struktur yang terkait dengan kepercayaan Marapu, dan pengunjung bisa merasakannya dari siapa yang berbicara mewakili kampung. Rende juga dikenal dengan tenun ikatnya. Keluarga bangsawan penenun di wilayah Umalulu dan Rindi terikat perkawinan dengan Pau di dekatnya, dan kain di sini dibuat untuk keperluan adat, bukan hanya untuk dijual. Kain berpewarna alami jauh lebih mahal daripada yang berpewarna pabrik.

Cara ke sana

Dari Waingapu, ikuti jalan pesisir beraspal ke tenggara sampai Melolo (sekitar 65 km), lalu lanjutkan sekitar 7 km ke selatan di jalan utama menuju Baing. Perkirakan sekitar 1,5-2 jam bermobil. Bus umum dari Waingapu ke Melolo memakan waktu sedikit lebih dari 2 jam, dan sebagian melanjutkan melewati kampung.

  • Dari Bandara Waingapu (WGP): sekitar 1,5-2 jam.
  • Dari Tambolaka (TMC): sekitar 4-5 jam ke Waingapu, lalu ke selatan; rencanakan dari basis di Sumba Timur.

Sangat disarankan pergi bersama sopir atau pemandu lokal, idealnya seseorang yang punya hubungan keluarga dan bisa memperkenalkan Anda ke kampung. Kebanyakan pengunjung menggabungkan Rende dengan Pau dan Waimarang dalam satu hari panjang dari Waingapu: berangkat pagi, mengunjungi kampung selagi sejuk, berenang di Waimarang siang hari, lalu mampir ke Walakiri untuk senja dalam perjalanan pulang.

Kapan datang dan jam terbaik

  • Jam: pagi atau sore hari. Siang hari di tenggara Sumba sangat panas.
  • Musim: musim kemarau (kira-kira Mei-November di timur) membuat perjalanan paling mudah. Pada bulan hujan lembahnya paling hijau.
  • Upacara: pemakaman bangsawan bisa melibatkan banyak orang dan pengorbanan hewan, serta direncanakan jauh hari. Jangan hadir tanpa undangan, dan ikuti arahan tuan rumah.

Tips dan etika

  • Sumbangan: tidak ada tiket. Isi buku tamu dan beri sumbangan, biasanya sekitar Rp 20.000-50.000 per orang (2025-2026); membawa sirih pinang sebagai buah tangan adalah sikap yang dihargai.
  • Kubur itu sakral: jangan memanjat, duduk, atau bersandar, dan jangan menyentuh ukiran, tanduk, atau benda ritual.
  • Minta izin: sebelum memotret orang atau masuk ke rumah.
  • Berpakaian sopan: tutup bahu dan lutut.
  • Membeli tenun: dipersilakan, tetapi tidak wajib. Tanyakan pewarnanya dan berapa lama kain itu dibuat.

Tempat terdekat

  • Pau, kampung tenun bekas wilayah kerajaan Umalulu dekat Melolo.
  • Air Terjun Waimarang, kolam toska di pedalaman barat daya Melolo.
  • Pantai Walakiri, persinggahan senja dalam perjalanan kembali ke Waingapu.

Untuk latar belakangnya, baca panduan kami tentang Marapu, tenun ikat, dan kampung adat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa jarak Rende dari Waingapu?

Sekitar 70 km: kira-kira 65 km ke Melolo dan 7 km lagi ke selatan, sekitar 1,5-2 jam bermobil.

Apakah Rende dan Praiyawang tempat yang sama?

Praiyawang adalah kampung adat di Desa Rindi yang biasanya dimaksud pengunjung ketika menyebut Rende.

Apakah ada tiket masuk ke Kampung Rende?

Tidak ada tiket. Pengunjung mengisi buku tamu dan memberi sumbangan, biasanya sekitar Rp 20.000-50.000 per orang.

Bisakah menyaksikan upacara pemakaman di Rende?

Hanya jika diundang. Pemakaman adalah acara keluarga dan komunitas; ikuti tuan rumah dan jangan memotret tanpa izin.

Tempat dalam panduan ini

Peta Sumba: tempat-tempat dalam panduan kami →

Merencanakan perjalanan ke Sumba? Panduan gratis kami membahas waktu terbaik, transportasi, biaya, keamanan dan budaya. Rencanakan perjalanan →

Air Surut, setiap Minggu

Satu surat singkat setiap minggu tentang menjalani hidup dengan baik, dari pulau yang punya lebih banyak kuda daripada lampu lalu lintas. Gratis.

Email Anda hanya kami gunakan untuk mengirim surat ini. Anda bisa berhenti berlangganan dengan satu klik.

Berita terkait

Patung batu berukir menghadap laut di Pantai Padadita, Waingapu, Sumba Timur.

Wisata

Kosakata berguna di Sumba: bahasa daerah dan ungkapan untuk wisatawan

Bahasa Indonesia dipahami di seluruh Sumba, tetapi beberapa kata dalam bahasa Kambera atau Weyewa dan sapaan yang tepat akan membuat Anda disambut sebagai tamu, bukan sekadar turis.

· 8 menit baca

Wisata

Sumba Tengah: yang perlu diketahui sebelum berangkat

Kabupaten yang biasanya hanya dilintasi ini menyimpan kubur batu terbesar di Sumba, air terjun di tengah hutan dan kampung-kampung tenang di dataran Anakalang. Inilah alasan untuk singgah.

· 4 menit baca

Wisata

Sumba Barat Daya: yang perlu diketahui sebelum berangkat

Bandara, danau air asin, kampung beratap menjulang di Kodi dan Pasola bulan Februari: kebanyakan perjalanan dimulai di Sumba Barat Daya. Begini gambarannya.

· 5 menit baca