Wisata
Kampung Rende, Sumba: kubur raja dan tenun ikat di tenggara
Kubur batu raksasa berukir di antara dua deret rumah menjulang, di bekas wilayah raja-raja Rindi: yang perlu diketahui sebelum berkunjung ke Rende dan Praiyawang.

Rende (juga ditulis Rindi) adalah kampung adat bangsawan di Kecamatan Rindi, Sumba Timur, sekitar 7 km di selatan Melolo dan kira-kira 70 km dari Waingapu, sekitar 1,5-2 jam bermobil. Kampung ini terkenal dengan kubur megalitik raksasa yang dihiasi ukiran hewan bertumpuk dan tenun ikat yang halus; tidak ada tiket, tetapi pengunjung mengisi buku tamu dan memberi sumbangan.
- Lokasi
- Kecamatan Rindi, Sumba Timur, sekitar 7 km di selatan Melolo
- Dari bandara terdekat
- Waingapu (WGP): sekitar 70 km, kira-kira 1,5-2 jam bermobil
- Waktu terbaik
- Pagi atau sore; musim kemarau untuk perjalanan paling mudah
- Tiket
- Tidak ada tiket; buku tamu dan sumbangan (sekitar Rp 20.000-50.000)
- Cocok untuk
- Kubur megalitik raja, rumah adat, tenun ikat
Kampung ini berdiri di atas tanah tinggi di atas lembah sungai yang hijau, dan yang pertama terlihat adalah batu. Di tengahnya, di antara dua deret rumah tinggi, terbaring kubur-kubur: lempengan raksasa yang ditopang kaki batu, sebagian dihiasi ukiran hewan yang bertumpuk, buaya, penyu, kuda, dan ayam jantan, permukaannya melunak dimakan cuaca. Tanduk kerbau tergantung di bawah atap. Suasananya sangat sunyi, kecuali bunyi alat tenun yang sedang dipasang di beranda dan angin di pohon kelapa.
Rende adalah kampung raja paling terkenal di Sumba Timur dan salah satu tempat terbaik di pulau ini untuk memahami bagaimana garis keturunan, status, dan batu saling terjalin.
Mengenal lebih dekat
Rende, atau Rindi, adalah bekas pusat wilayah adat Rindi di Kecamatan Rindi, Sumba Timur. Panduan wisata menyebutnya "kampung para raja". Kampung Praiyawang di Desa Rindi adalah tujuan sebagian besar pengunjung: salah satu kampung adat tertua di Sumba Timur, dengan megalit yang masih utuh dan rumah adat bermenara tinggi. Laporan media lokal menyebut kubur batu yang dibangun untuk kaum bangsawan berbobot sekitar 1 sampai 5 ton, dan benda pusaka seperti gong, tambur, dan pakaian adat, sebagian disebut berusia ratusan tahun, masih disimpan dan digunakan dalam ritual.
Air Surut, setiap Minggu
Satu surat singkat setiap minggu tentang menjalani hidup dengan baik, dari pulau yang punya lebih banyak kuda daripada lampu lalu lintas. Gratis.
Email Anda hanya kami gunakan untuk mengirim surat ini. Anda bisa berhenti berlangganan dengan satu klik.Secara tradisional, masyarakat di sini terbagi berdasarkan kelahiran antara bangsawan dan mereka yang melayani, struktur yang terkait dengan kepercayaan Marapu, dan pengunjung bisa merasakannya dari siapa yang berbicara mewakili kampung. Rende juga dikenal dengan tenun ikatnya. Keluarga bangsawan penenun di wilayah Umalulu dan Rindi terikat perkawinan dengan Pau di dekatnya, dan kain di sini dibuat untuk keperluan adat, bukan hanya untuk dijual. Kain berpewarna alami jauh lebih mahal daripada yang berpewarna pabrik.
Cara ke sana
Dari Waingapu, ikuti jalan pesisir beraspal ke tenggara sampai Melolo (sekitar 65 km), lalu lanjutkan sekitar 7 km ke selatan di jalan utama menuju Baing. Perkirakan sekitar 1,5-2 jam bermobil. Bus umum dari Waingapu ke Melolo memakan waktu sedikit lebih dari 2 jam, dan sebagian melanjutkan melewati kampung.
- Dari Bandara Waingapu (WGP): sekitar 1,5-2 jam.
- Dari Tambolaka (TMC): sekitar 4-5 jam ke Waingapu, lalu ke selatan; rencanakan dari basis di Sumba Timur.
Sangat disarankan pergi bersama sopir atau pemandu lokal, idealnya seseorang yang punya hubungan keluarga dan bisa memperkenalkan Anda ke kampung. Kebanyakan pengunjung menggabungkan Rende dengan Pau dan Waimarang dalam satu hari panjang dari Waingapu: berangkat pagi, mengunjungi kampung selagi sejuk, berenang di Waimarang siang hari, lalu mampir ke Walakiri untuk senja dalam perjalanan pulang.
Kapan datang dan jam terbaik
- Jam: pagi atau sore hari. Siang hari di tenggara Sumba sangat panas.
- Musim: musim kemarau (kira-kira Mei-November di timur) membuat perjalanan paling mudah. Pada bulan hujan lembahnya paling hijau.
- Upacara: pemakaman bangsawan bisa melibatkan banyak orang dan pengorbanan hewan, serta direncanakan jauh hari. Jangan hadir tanpa undangan, dan ikuti arahan tuan rumah.
Tips dan etika
- Sumbangan: tidak ada tiket. Isi buku tamu dan beri sumbangan, biasanya sekitar Rp 20.000-50.000 per orang (2025-2026); membawa sirih pinang sebagai buah tangan adalah sikap yang dihargai.
- Kubur itu sakral: jangan memanjat, duduk, atau bersandar, dan jangan menyentuh ukiran, tanduk, atau benda ritual.
- Minta izin: sebelum memotret orang atau masuk ke rumah.
- Berpakaian sopan: tutup bahu dan lutut.
- Membeli tenun: dipersilakan, tetapi tidak wajib. Tanyakan pewarnanya dan berapa lama kain itu dibuat.
Tempat terdekat
- Pau, kampung tenun bekas wilayah kerajaan Umalulu dekat Melolo.
- Air Terjun Waimarang, kolam toska di pedalaman barat daya Melolo.
- Pantai Walakiri, persinggahan senja dalam perjalanan kembali ke Waingapu.
Untuk latar belakangnya, baca panduan kami tentang Marapu, tenun ikat, dan kampung adat.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa jarak Rende dari Waingapu?
Sekitar 70 km: kira-kira 65 km ke Melolo dan 7 km lagi ke selatan, sekitar 1,5-2 jam bermobil.
Apakah Rende dan Praiyawang tempat yang sama?
Praiyawang adalah kampung adat di Desa Rindi yang biasanya dimaksud pengunjung ketika menyebut Rende.
Apakah ada tiket masuk ke Kampung Rende?
Tidak ada tiket. Pengunjung mengisi buku tamu dan memberi sumbangan, biasanya sekitar Rp 20.000-50.000 per orang.
Bisakah menyaksikan upacara pemakaman di Rende?
Hanya jika diundang. Pemakaman adalah acara keluarga dan komunitas; ikuti tuan rumah dan jangan memotret tanpa izin.
Tempat dalam panduan ini
- Praiyawang, Rende · East Sumba · Buka di peta
- Rende village, Travelfish
- The Southeast of Sumba, Sumba Information
- Praiyawang, a timeless kingdom of Sumbanese heritage, Times Indonesia
- Eksplorasi budaya megalitik di Pulau Sumba, Times Indonesia, 14 Oct 2023
- Ikat hunting in Sumba, What's Next Naomi (travel blog), May 2016
- Melolo, Travelfish
Menemukan kesalahan? Tulis ke info@ecobeachcity.com.
Air Surut, setiap Minggu
Satu surat singkat setiap minggu tentang menjalani hidup dengan baik, dari pulau yang punya lebih banyak kuda daripada lampu lalu lintas. Gratis.
Email Anda hanya kami gunakan untuk mengirim surat ini. Anda bisa berhenti berlangganan dengan satu klik.