· Berita baru setiap pagi pukul 06.00 waktu Sumba (WITA) ⚲ CariENESID
The Sumba Times
Berita, budaya, dan perjalanan dari Pulau Sumba, Indonesia

Wisata

Pantai Watu Maladong, Sumba: pulau batu, pasang surut, dan akses

Menara batu kapur yang muncul dari teluk toska di pesisir selatan Kodi, salah satunya berlubang dan bisa dilewati saat surut: cara ke sana dan cara tetap aman.

Redaksi The Sumba TimesTerbit 3 menit baca
Jawaban singkat

Watu Maladong (juga ditulis Watu Malandong atau Watu Malando) adalah pantai di Desa Panenggo Ede, Kodi Balaghar, Sumba Barat Daya, terkenal dengan gugusan pulau batu kapur, yang terbesar berbentuk segitiga dan berlubang. Jaraknya sekitar 57-65 km dari Tambolaka, kira-kira 1,5-2 jam bermobil, dan hanya bisa dicapai dengan kendaraan pribadi. Datanglah saat surut pada musim kemarau, jangan berenang (arusnya kuat) dan pulang sebelum gelap.

Fakta penting
Lokasi
Desa Panenggo Ede, Kodi Balaghar, Sumba Barat Daya
Dari bandara terdekat
Tambolaka (TMC): sekitar 57-65 km, kira-kira 1,5-2 jam bermobil
Waktu terbaik
Musim kemarau (sekitar Mei-September), saat surut, pulang sebelum gelap
Tiket masuk
Tidak ada tiket resmi; mungkin ada pungutan kecil tidak resmi
Cocok untuk
Formasi batu, fotografi, jalan-jalan saat surut, pemanjat berpengalaman

Jalan berakhir di atas teluk kecil, dan di sanalah mereka: bongkahan batu kapur pucat yang tinggi berdiri di laut seperti sisa tembok yang runtuh, kakinya dikelilingi buih putih, puncaknya hijau oleh semak. Yang terbesar berbentuk segitiga kasar, dan saat surut air menyusut dari pasir di sekelilingnya sehingga Anda bisa berjalan ke sana dan berdiri di bawah lengkungannya, mendengar gema ombak di dalam batu. Di belakang Anda, sebuah sungai mengalir ke laut di antara pohon kelapa.

Watu Maladong adalah salah satu lanskap pesisir paling dramatis di Sumba bagian barat, dan masih jarang dikunjungi. Halaman ini menjelaskan cara ke sana, kapan datang, dan cara berkunjung dengan aman.

Apa itu Watu Maladong dan mengapa layak dikunjungi

Watu Maladong berada di Desa Panenggo Ede, Kecamatan Kodi Balaghar, Sumba Barat Daya, dekat muara sungai di pesisir selatan wilayah Kodi. Daya tarik utamanya adalah gugusan pulau karst batu kapur di dekat pantai: penulis perjalanan menghitung lima (atau empat pulau dan satu batu besar). Yang terbesar berbentuk segitiga, nama lokalnya merujuk pada bentuk itu, dan ada lengkungan yang bisa Anda masuki sambil berdiri. Batu lainnya konon mirip rumah adat Sumba dengan empat tiang. Tidak ada satu titik pandang yang memperlihatkan semuanya: dari teluk kecil di ujung jalan terlihat dua, dari pantai di tepi sungai terlihat empat.

Air Surut, setiap Minggu

Satu surat singkat setiap minggu tentang menjalani hidup dengan baik, dari pulau yang punya lebih banyak kuda daripada lampu lalu lintas. Gratis.

Email Anda hanya kami gunakan untuk mengirim surat ini. Anda bisa berhenti berlangganan dengan satu klik.

Nama ini juga milik sebuah legenda Sumba. Dalam sastra lisan, Watu Maladong adalah batu bertuah yang mendatangkan kesuburan tanah, panen, dan mata air di negeri sabana yang kering; kisahnya mempertemukan petani yang gigih dengan kepala kampung yang menyalahgunakan kesaktian, dibantu seorang perempuan tua. Layak diketahui sambil memandangi batu-batunya.

Batu-batu besar menarik minat pemanjat tebing, dan teluknya tempat yang luar biasa untuk menyaksikan perubahan cahaya. Ini bukan pantai untuk berenang.

Cara ke Watu Maladong

Watu Maladong berjarak sekitar 57-65 km dari Tambolaka, tergantung sumber dan rutenya. Siapkan kira-kira 1,5-2 jam sekali jalan dengan mobil. Jalannya panjang dan berkelok, sebagian besar beraspal, dan papan petunjuk tidak selalu mengantar sampai tujuan; jalan yang lebih baru turun sampai ke pantai.

  • Dari Tambolaka (TMC): mobil dengan sopir, sekitar Rp 1.000.000-1.500.000 (kira-kira 50-75 euro atau 60-90 dolar AS) per hari pada 2025-2026; harga bervariasi. Kendaraan pribadi adalah pilihan yang praktis.
  • Angkutan umum: ada minibus ke arah Walandimu, lalu ojek ke pantai; lambat dan kurang cocok untuk perjalanan sehari. Tukang ojek lokal yang tahu jalan juga sangat membantu.
  • Dari Waingapu (WGP): sekitar 4-6 jam lewat darat ke Tambolaka lebih dulu; rencanakan menginap di wilayah barat.

Watu Maladong mudah digabung dengan Pantai Bawana, sedikit lebih ke barat di pesisir yang sama.

Kapan datang dan jam terbaik

Musim kemarau, sekitar Mei sampai September, membuat jalan paling mudah. Yang lebih penting adalah pasang surut: saat surut paling baik, ketika Anda bisa berjalan ke batu segitiga besar dan lengkungannya. Cek tabel pasang surut sebelum berangkat dari Tambolaka. Pesisir ini menghadap selatan dan barat, jadi sore hari cahayanya hangat, tetapi usahakan sudah keluar dari jalan-jalan sepi Kodi sebelum gelap: menurut penulis perjalanan, sopir setempat enggan berkendara di sini pada malam hari.

Tips dan etika

  • Pungutan: tidak ada tiket resmi yang diumumkan. Siapkan biaya parkir atau masuk tidak resmi seperti di pantai Kodi lainnya, sekitar Rp 10.000-20.000 (2025-2026). Bawa uang pecahan kecil.
  • Jangan berenang: arusnya kuat dan tidak ada penjaga pantai. Bermain air hanya di bagian dangkal yang tenang, dan perhatikan air pasang saat berjalan ke batu agar tidak terjebak.
  • Memanjat: batu kapurnya tajam dan bisa rapuh. Panjat hanya jika berpengalaman dan memakai alas kaki yang tepat.
  • Yang perlu dibawa: air minum, camilan, pelindung matahari, dan uang tunai; fasilitas minim atau tidak ada.
  • Hormati tempat ini: tanah ini milik keluarga setempat dan sebagian tempat di pesisir Sumba bersifat pemali. Tanyakan kepada sopir, bawa pulang sampah dan minta izin sebelum memotret orang.

Tempat terdekat

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah bisa berenang di Pantai Watu Maladong?

Tidak disarankan. Arusnya kuat dan tidak ada penjaga pantai; cukup bermain air di bagian dangkal yang tenang.

Kapan waktu terbaik ke Watu Maladong?

Saat surut, ketika Anda bisa berjalan ke batu segitiga besar dan berdiri di bawah lengkungannya, idealnya pada musim kemarau (sekitar Mei-September).

Berapa jarak Watu Maladong dari Tambolaka?

Sekitar 57-65 km, kira-kira 1,5-2 jam bermobil. Kendaraan pribadi adalah pilihan yang praktis.

Apa arti Watu Maladong?

Nama batu bertuah dalam legenda Sumba yang mendatangkan kesuburan tanah, panen, dan mata air di negeri sabana yang kering; pantai ini mengambil namanya dari batu itu.

Tempat dalam panduan ini

Peta Sumba: tempat-tempat dalam panduan kami →

Merencanakan perjalanan ke Sumba? Panduan gratis kami membahas waktu terbaik, transportasi, biaya, keamanan dan budaya. Rencanakan perjalanan →

Air Surut, setiap Minggu

Satu surat singkat setiap minggu tentang menjalani hidup dengan baik, dari pulau yang punya lebih banyak kuda daripada lampu lalu lintas. Gratis.

Email Anda hanya kami gunakan untuk mengirim surat ini. Anda bisa berhenti berlangganan dengan satu klik.

Berita terkait

Patung batu berukir menghadap laut di Pantai Padadita, Waingapu, Sumba Timur.

Wisata

Kosakata berguna di Sumba: bahasa daerah dan ungkapan untuk wisatawan

Bahasa Indonesia dipahami di seluruh Sumba, tetapi beberapa kata dalam bahasa Kambera atau Weyewa dan sapaan yang tepat akan membuat Anda disambut sebagai tamu, bukan sekadar turis.

· 8 menit baca

Wisata

Sumba Tengah: yang perlu diketahui sebelum berangkat

Kabupaten yang biasanya hanya dilintasi ini menyimpan kubur batu terbesar di Sumba, air terjun di tengah hutan dan kampung-kampung tenang di dataran Anakalang. Inilah alasan untuk singgah.

· 4 menit baca

Wisata

Sumba Barat Daya: yang perlu diketahui sebelum berangkat

Bandara, danau air asin, kampung beratap menjulang di Kodi dan Pasola bulan Februari: kebanyakan perjalanan dimulai di Sumba Barat Daya. Begini gambarannya.

· 5 menit baca