· Berita baru setiap pagi pukul 06.00 waktu Sumba (WITA) ⚲ CariENESID
The Sumba Times
Berita, budaya, dan perjalanan dari Pulau Sumba, Indonesia

Wisata

Pantai Bawana (Mbawana), Sumba: rute dan hal yang perlu diketahui

Pasir keemasan di bawah tebing tinggi di pesisir barat daya Sumba, dicapai lewat tangga curam: apa yang tersisa setelah batu bolong runtuh, cara ke sana dan cara tetap aman.

Redaksi The Sumba TimesTerbit 3 menit baca
Jawaban singkat

Pantai Bawana, juga ditulis Mbawana atau Bwanna dan dikenal warga sebagai Batu Bolong, adalah pantai berlatar tebing di wilayah Kodi, Sumba Barat Daya, sekitar 52-60 km dari Tambolaka (kira-kira 1,5-2 jam bermobil). Lengkungan batu lautnya yang terkenal runtuh pada pertengahan November 2020, tetapi tebing, pasir dan titik pandangnya masih ada. Bersiaplah menuruni sekitar 300 anak tangga curam, membayar pungutan tidak resmi sekitar Rp 10.000-20.000 per orang (2025-2026) dan menghadapi laut berombak, jadi datanglah saat surut dan pada musim kemarau.

Fakta penting
Lokasi
Desa Panenggo Ede, wilayah Kodi (Kodi Bangedo/Kodi Balaghar), Sumba Barat Daya
Dari bandara terdekat
Tambolaka (TMC): sekitar 52-60 km, kira-kira 1,5-2 jam bermobil, lalu turun sekitar 300 anak tangga
Waktu terbaik
Musim kemarau (sekitar Mei-September), saat surut, pulang sebelum gelap
Tiket masuk
Tidak resmi: sekitar Rp 10.000-20.000 per orang (2024-2026) ditambah parkir
Cocok untuk
Pemandangan tebing, fotografi, menyusuri pasir saat surut; peselancar berpengalaman

Dari puncak tebing, garis pantai turun berlapis-lapis: semak hijau, lalu pita batu oker dan kelabu, lalu hamparan panjang pasir keemasan dan Samudra Hindia yang pecah putih di atas karang. Burung laut berputar di bawah Anda. Saat menuruni tangga, suara ombak makin keras hingga memenuhi segalanya, dan di bawah, saat surut, pasirnya begitu lembut dan luas sehingga tebing di belakang tampak seperti dinding ngarai.

Bertahun-tahun pantai ini terkenal karena satu hal: lengkungan batu raksasa di tanjung sempit yang oleh warga disebut Batu Bolong atau Batu Cincin. Lengkungan itu sudah tidak ada, tetapi pantai ini tetap salah satu tempat paling dramatis di pesisir barat daya Sumba. Inilah yang bisa Anda temui sekarang.

Apa itu Pantai Bawana dan mengapa layak dikunjungi

Bawana punya banyak nama: Mbawana, Bawana, Bwanna, Banna, dan, di sebagian papan jalan, Radar, mengikuti nama tanjung di dekatnya. Lokasinya di Desa Panenggo Ede, wilayah Kodi, Sumba Barat Daya (sumber menyebut Kecamatan Kodi Bangedo atau kecamatan yang lebih baru, Kodi Balaghar). Pada 2017 pantai ini masuk nominasi penghargaan pariwisata nasional sebagai destinasi baru terpopuler.

Air Surut, setiap Minggu

Satu surat singkat setiap minggu tentang menjalani hidup dengan baik, dari pulau yang punya lebih banyak kuda daripada lampu lalu lintas. Gratis.

Email Anda hanya kami gunakan untuk mengirim surat ini. Anda bisa berhenti berlangganan dengan satu klik.

Lengkungan batu runtuh pada pertengahan November 2020. Media nasional memberitakan batu itu runtuh pada malam hari; Kepala Dinas Pariwisata Sumba Barat Daya menyebut penyebabnya ombak laut selatan dan gempa yang sering terjadi. Tidak ada korban. Sebuah laporan tahun 2026 menggambarkan sebagian reruntuhan terbawa ombak dan bongkahan yang tersisa berserakan di pantai. Sebagian situs dan paket wisata masih menampilkan foto lengkungan itu, jadi jangan kaget: yang dicari sekarang adalah hamparan pasir, tebing, dan pemandangan dari tanjung.

Cara ke Pantai Bawana

Bawana berada di pesisir selatan wilayah Kodi, sekitar 52-60 km dari Tambolaka. Siapkan kira-kira 1,5-2 jam sekali jalan dengan mobil; rute tercepat melewati Kodi Bangedo, di antara kampung-kampung beratap ilalang tinggi.

  • Dari Tambolaka (TMC): sewa mobil dengan sopir seharian, sekitar Rp 1.000.000-1.500.000 (kira-kira 50-75 euro atau 60-90 dolar AS) pada 2025-2026; harga bervariasi. Kendaraan pribadi mutlak diperlukan karena tidak ada angkutan umum ke pantai.
  • Petunjuk arah: karena namanya banyak, tanyakan kepada warga "batu bolong" atau "Pantai Mbawana". Bagian terakhir berupa jalan sempit menuju tempat parkir.
  • Dari Waingapu (WGP): sisi pulau yang berlawanan, sekitar 4-6 jam lewat darat ke Tambolaka sebelum lanjut ke barat daya; rencanakan menginap di wilayah barat.

Dari tempat parkir, tangga curam sekitar 300 anak tangga menuruni tebing. Licin saat basah dan melelahkan ketika naik kembali di bawah terik.

Kapan datang dan jam terbaik

Datanglah pada musim kemarau, sekitar Mei sampai September, saat jalan dan tangga kering. Cek pasang surut sebelum berangkat: saat surut pantai melebar dan bisa disusuri; saat pasang laut menutupi sebagian besar pasir. Pantai menghadap barat dan selatan, jadi sore hari memberi cahaya hangat di tebing, tetapi sisakan cukup terang untuk naik tangga dan pulang. Sejumlah penulis perjalanan menyarankan untuk tidak berkendara di jalan-jalan sepi Kodi setelah gelap.

Tips dan etika

  • Pungutan: laporan berkisar sekitar Rp 10.000 sampai 20.000 per orang (kira-kira 0,60-1,20 euro atau dolar AS) pada 2024-2026, ditambah parkir. Pemandu lokal kadang menawarkan diri menunjukkan jalan dengan imbalan kecil. Bawa uang pecahan kecil.
  • Berenang: laut di sini berombak besar dan menarik peselancar. Hanya bermain air di bagian dangkal yang tenang saat surut, dan jangan sendirian. Tidak ada penjaga pantai.
  • Keselamatan: jauhi kaki tebing dan bongkahan batu yang tersisa, yang masih bisa bergeser. Pakai sepatu yang tidak licin untuk tangga.
  • Yang perlu dibawa: air minum yang cukup, pelindung matahari, camilan, dan uang tunai. Fasilitas sangat minim.
  • Hormati tempat ini: tanah ini milik keluarga setempat. Bawa naik sampah Anda, minta izin sebelum memotret orang dan tanyakan dulu sebelum menerbangkan drone.

Tempat terdekat

  • Pantai Watu Maladong: pulau-pulau batu kapur sedikit ke timur, mudah digabung dalam satu perjalanan.
  • Kampung Wainyapu: kampung adat besar dengan ratusan kubur batu, kurang dari 20 km ke barat.
  • Kampung Ratenggaro: atap tertinggi di Kodi, di seberang muara dari Wainyapu.
  • Kodi: wilayah dan budayanya, termasuk Pasola.

Untuk pesisir lainnya, baca panduan kami tentang pantai, laguna, dan air terjun di Sumba.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah lengkungan batu di Pantai Mbawana masih ada?

Tidak. Lengkungan yang dikenal sebagai Batu Bolong atau Batu Cincin runtuh pada pertengahan November 2020; dinas pariwisata setempat menyebut penyebabnya ombak dan gempa yang sering terjadi. Tebing dan pantainya masih ada, dengan bongkahan batu di pasir.

Berapa jarak Pantai Mbawana dari Tambolaka?

Sekitar 52-60 km, kira-kira 1,5-2 jam bermobil, lalu menuruni sekitar 300 anak tangga curam.

Apakah bisa berenang di Pantai Bawana?

Lautnya berombak besar dan tidak ada penjaga pantai. Cukup bermain air di bagian dangkal yang tenang saat surut.

Apakah Bawana sama dengan Mbawana atau Bwanna?

Ya. Satu pantai dengan beberapa ejaan, juga disebut Batu Bolong, dan sebagian papan jalan menulis Radar mengikuti nama tanjung di dekatnya.

Tempat dalam panduan ini

  • Bawana (Mbawana) Beach, Tanjung Radar · Southwest Sumba · Buka di peta

Peta Sumba: tempat-tempat dalam panduan kami →

Merencanakan perjalanan ke Sumba? Panduan gratis kami membahas waktu terbaik, transportasi, biaya, keamanan dan budaya. Rencanakan perjalanan →

Air Surut, setiap Minggu

Satu surat singkat setiap minggu tentang menjalani hidup dengan baik, dari pulau yang punya lebih banyak kuda daripada lampu lalu lintas. Gratis.

Email Anda hanya kami gunakan untuk mengirim surat ini. Anda bisa berhenti berlangganan dengan satu klik.

Berita terkait

Patung batu berukir menghadap laut di Pantai Padadita, Waingapu, Sumba Timur.

Wisata

Kosakata berguna di Sumba: bahasa daerah dan ungkapan untuk wisatawan

Bahasa Indonesia dipahami di seluruh Sumba, tetapi beberapa kata dalam bahasa Kambera atau Weyewa dan sapaan yang tepat akan membuat Anda disambut sebagai tamu, bukan sekadar turis.

· 8 menit baca

Wisata

Sumba Tengah: yang perlu diketahui sebelum berangkat

Kabupaten yang biasanya hanya dilintasi ini menyimpan kubur batu terbesar di Sumba, air terjun di tengah hutan dan kampung-kampung tenang di dataran Anakalang. Inilah alasan untuk singgah.

· 4 menit baca

Wisata

Sumba Barat Daya: yang perlu diketahui sebelum berangkat

Bandara, danau air asin, kampung beratap menjulang di Kodi dan Pasola bulan Februari: kebanyakan perjalanan dimulai di Sumba Barat Daya. Begini gambarannya.

· 5 menit baca