Wisata
Danau Weekuri, Sumba: rute, waktu terbaik, dan tips berkunjung
Kolam air asin sebening kaca yang diisi Samudra Hindia lewat celah karang di ujung barat Sumba: cara ke sana, jam terbaik, dan cara berenang dengan aman.

Danau Weekuri adalah laguna air asin di Kodi Utara, Sumba Barat Daya, yang terisi air laut yang merembes melalui batu karang pemisahnya dengan laut lepas. Jaraknya sekitar 40-60 km dari Bandara Tambolaka, kira-kira 1,5-2 jam berkendara, dan pada 2025-2026 pengunjung biasanya diminta sekitar Rp 15.000-20.000 per orang. Datanglah pada musim kemarau (sekitar Mei-September), pagi hari pada hari kerja, dan pakai sepatu air karena batunya licin.
- Lokasi
- Desa Moromanduyo, Kodi Utara, Sumba Barat Daya
- Dari bandara terdekat
- Tambolaka (TMC): sekitar 40-60 km, kira-kira 1,5-2 jam bermobil
- Waktu terbaik
- Musim kemarau (sekitar Mei-September), pukul 08.00-16.00, idealnya saat pasang pada hari kerja
- Tiket masuk
- Sekitar Rp 15.000-20.000 per orang (2025-2026), belum ada tarif resmi tunggal
- Cocok untuk
- Berenang di air asin yang tenang, mengapung, foto, keluarga
Suara laut terdengar sebelum danaunya terlihat: dentuman rendah dari balik batu, lalu desis ketika buih ombak memanjat dinding karang dan jatuh kembali. Di sisi dalam, semuanya tenang. Airnya begitu jernih sehingga dasar pasir dan petak karang gelap seolah bisa disentuh, warnanya bergeser dari hijau pucat di tepi ke biru toska pekat di tengah. Anak-anak kampung melompat dari batu, beberapa orang mengapung telentang, dan jembatan kayu berderit di bawah kaki telanjang.
Weekuri adalah objek alam yang paling banyak dikunjungi di ujung barat Sumba, dan memang layak. Halaman ini menjelaskan apa itu Weekuri, cara ke sana, kapan sebaiknya datang dan cara berkunjung dengan aman serta sopan.
Apa itu Danau Weekuri dan mengapa layak dikunjungi
Weekuri (juga ditulis Waikuri) adalah laguna air asin di Desa Moromanduyo, Kecamatan Kodi Utara, Sumba Barat Daya. Dinding alami dari batu karang memisahkannya dari Samudra Hindia, dan air laut merembes serta memercik lewat celah-celahnya, sehingga tinggi air dan warnanya berubah mengikuti pasang surut. Namanya konon berasal dari kata setempat untuk percikan air laut yang membentuk danau ini.
Air Surut, setiap Minggu
Satu surat singkat setiap minggu tentang menjalani hidup dengan baik, dari pulau yang punya lebih banyak kuda daripada lampu lalu lintas. Gratis.
Email Anda hanya kami gunakan untuk mengirim surat ini. Anda bisa berhenti berlangganan dengan satu klik.Ukurannya kecil: panjangnya sekitar 130-150 m dan lebarnya 40-50 m, tergantung sumbernya. Kedalamannya sekitar 30 cm di bagian dangkal hingga kira-kira 2,5 m, dan media lokal menyebut bisa mencapai 5 m saat pasang. Karena airnya asin, tubuh mudah mengapung, dan karena ombak pecah di batu bagian luar, permukaan laguna tetap tenang. Lonely Planet menggambarkan air yang tenang dan sejuk di satu sisi, dan laut yang menghantam batu serta lubang semburan di sisi lain. Itulah daya tariknya: berenang di tempat terlindung di samping pantai yang liar.
Cara ke Danau Weekuri
Weekuri berada dekat ujung barat Pulau Sumba. Jarak dari Tambolaka yang disebut berbagai sumber berkisar 40 sampai 60 km, tergantung titik awal dan rutenya; siapkan sekitar 1,5-2 jam sekali jalan dengan mobil atau motor. Jalannya sebagian besar aspal, tetapi bagian terakhir berupa jalan sempit yang sebagian berlubang, dan beberapa jalan kecil bercabang dari jalan utama Waitabula-Bondokodi menuju laguna.
- Dari Tambolaka (TMC): paling praktis menyewa mobil dengan sopir seharian, biasanya sekitar Rp 1.000.000-1.500.000 (kira-kira 50-75 euro atau 60-90 dolar AS) pada 2025-2026; harga berbeda menurut musim dan rute. Laporan lokal yang lebih lama menyebut sekitar Rp 800.000.
- Dengan motor: bisa bagi pengendara berpengalaman, tetapi petunjuk jalan minim dan beberapa kilometer terakhir rusak.
- Dari Waingapu (WGP): Weekuri ada di ujung pulau yang berlawanan, jadi sebaiknya menginap di wilayah barat. Perjalanan darat Waingapu-Tambolaka sekitar 4-6 jam.
Tidak ada angkutan umum sampai ke laguna. Untuk penerbangan, baca panduan kami cara ke Sumba dari Bali.
Kapan datang dan jam terbaik
Musim kemarau, kira-kira Mei sampai September, membawa air lebih jernih, langit biru, dan jalan yang lebih mudah. Pada bulan hujan (sekitar Desember sampai Maret) jalan bisa berlumpur dan air kurang jernih.
Jam kunjungan lebih penting daripada bulan. Kebanyakan panduan menyarankan datang antara pukul 08.00 dan 16.00, dan kunjungan pagi pada hari kerja lebih sepi; akhir pekan ramai keluarga lokal. Pengunjung yang datang saat surut diberi tahu bahwa laguna lebih indah saat pasang, ketika airnya penuh dan warna toskanya lebih dalam, jadi cek tabel pasang surut bila bisa.
Tips dan etika
- Tiket: belum ada tarif resmi tunggal untuk wisatawan asing. Pada 2025-2026 pengunjung biasanya diminta sekitar Rp 15.000-20.000 per orang (sekitar 1 euro atau 1,20 dolar AS), kadang disebut biaya parkir atau masuk, dan dulu pengunjung mengisi buku tamu sambil memberi donasi. Ban pelampung pernah disewakan sekitar Rp 10.000. Bawa uang pecahan kecil.
- Keselamatan: tidak ada penjaga pantai. Batu dan anak tangga sangat licin, kedalaman berubah tiba-tiba, dan anak lokal yang melompat bukan berarti semua titik aman untuk Anda. Cek kedalaman sebelum melompat dan jauhi sisi laut lepas.
- Yang perlu dibawa: sepatu air, masker selam (ada ikan kecil dan sedikit karang di ujung utara), pelindung matahari, air minum, dan uang tunai. Warung sederhana menjual kelapa muda, minuman, dan mi instan.
- Hormati tempat ini: jangan menginjak karang, bawa pulang sampah Anda, minta izin sebelum memotret orang dan tanyakan dulu sebelum menerbangkan drone. Lonely Planet menyarankan untuk tidak membeli gelang dari cangkang penyu, yang ilegal untuk dibawa ke luar negeri.
Tempat terdekat
- Pantai Mandorak: teluk mungil di antara tebing, sekitar satu kilometer dari sini.
- Pantai Pero: kampung nelayan dan pantai matahari terbenam sekitar 20 km ke selatan.
- Kampung Adat Ratenggaro: rumah adat beratap menjulang di tepi laut, tak jauh setelah Pero.
- Kodi: wilayah budaya yang mencakup semua tempat di atas.
Untuk tempat berenang lainnya, baca panduan kami tentang pantai, laguna, dan air terjun di Sumba.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah air Danau Weekuri tawar atau asin?
Asin. Air laut merembes dan memercik melalui batu karang yang memisahkan laguna dari Samudra Hindia, jadi airnya asin dan tubuh mudah mengapung.
Seberapa dalam Danau Weekuri?
Sekitar 30 cm di tepi hingga kira-kira 2,5 m di beberapa bagian, dan laporan lokal menyebut bisa sekitar 5 m saat pasang. Cek kedalaman sebelum melompat.
Berapa tiket masuk Danau Weekuri?
Belum ada tarif resmi tunggal untuk wisatawan asing; pada 2025-2026 pengunjung biasanya diminta sekitar Rp 15.000-20.000 per orang. Bawa uang tunai pecahan kecil.
Berapa lama perjalanan dari Bandara Tambolaka ke Weekuri?
Sekitar 1,5-2 jam bermobil untuk jarak kira-kira 40-60 km, tergantung rute. Tidak ada angkutan umum sampai ke laguna.
Bisakah Weekuri digabung dengan tempat lain?
Bisa. Pantai Mandorak sekitar satu kilometer jauhnya, sedangkan Pantai Pero dan Kampung Ratenggaro tak jauh ke selatan, cocok untuk sehari keliling Kodi.
Tempat dalam panduan ini
- Weekuri Lagoon · Southwest Sumba · Buka di peta
- Weekuri Lagoon, Lonely Planet (points of interest)
- Artikel: Keajaiban alam Danau Weekuri, Antara Kupang, 20 August 2018
- Weekuri Lagoon (Waikuri), Sumba: How to Visit, Backindo, 26 January 2026
- Weekuri Lagoon, Travelfish
- Itinerary wisata sehari di Sumba, Popbela, 18 April 2026
- Sumba: Kodi and Southwest Sumba, The Spice Route End
Menemukan kesalahan? Tulis ke info@ecobeachcity.com.
Air Surut, setiap Minggu
Satu surat singkat setiap minggu tentang menjalani hidup dengan baik, dari pulau yang punya lebih banyak kuda daripada lampu lalu lintas. Gratis.
Email Anda hanya kami gunakan untuk mengirim surat ini. Anda bisa berhenti berlangganan dengan satu klik.