· Berita baru setiap pagi pukul 06.00 waktu Sumba (WITA) ⚲ CariENESID
The Sumba Times
Berita, budaya, dan perjalanan dari Pulau Sumba, Indonesia

Wisata

Bukit Persaudaraan, Sumba: bukit senja termudah di Waingapu

Bukit kapur berumput di seberang Bandara Waingapu, dengan sawah, kota, dan laut di bawahnya serta gua peninggalan perang di puncaknya.

Redaksi The Sumba TimesTerbit 2 menit baca
Jawaban singkat

Bukit Persaudaraan adalah bukit kapur berumput di Kelurahan Mauliru, Kecamatan Kambera, Sumba Timur, hampir tepat di depan Bandara Waingapu dan sekitar 7 km (10-15 menit) dari pusat kota. Dari puncaknya terlihat sawah, sungai, Kota Waingapu, dan laut, dan paling indah pada sore hari menjelang matahari terbenam. Tidak ada tiket tetap maupun fasilitas: bawa air dan senter, dan datanglah di musim kemarau (kira-kira Mei-November di wilayah timur) untuk rumput keemasan atau musim hujan untuk bukit yang hijau.

Fakta penting
Lokasi
Mauliru, Kecamatan Kambera, Sumba Timur; di depan Bandara Waingapu
Dari bandara terdekat
Waingapu (WGP): beberapa menit bermobil; sekitar 7 km dari pusat kota
Waktu terbaik
Sore menjelang senja atau pagi; musim kemarau (sekitar Mei-November)
Tiket
Tidak ada tiket tetap; kadang kontribusi parkir kecil
Cocok untuk
Pemandangan senja, jalan kaki singkat, gua era Perang Dunia II, persinggahan di timur

Satu jam sebelum matahari terbenam, cahaya berubah keemasan. Dari punggung bukit, rerumputan bergelombang menjauh ke arah sungai, petak-petak sawah di bawah berkilau seperti cermin yang berserakan, dan di balik atap-atap Waingapu laut berganti dari biru ke perak. Sebuah pesawat lepas landas dari bandara tepat di bawah dan berbelok di atas selat. Lalu matahari tenggelam di balik bukit, langit menjadi ungu, dan yang tersisa hanya desau angin di rumput kering.

Apa itu Bukit Persaudaraan dan mengapa layak dikunjungi

Bukit Persaudaraan berada di Kelurahan Mauliru, Kecamatan Kambera, di pinggiran Waingapu, ibu kota Sumba Timur. Ini bukit kapur berumput, bukan gunung, dan hadiahnya adalah panorama: sawah dan ladang berundak, sungai yang berkelok di bawah, Kota Waingapu, dan laut. Bukit-bukitnya hijau terang di musim hujan dan berubah cokelat keemasan di musim kemarau yang panjang, saat Sumba Timur paling mirip dengan sabananya yang terkenal.

Di dekat puncak ada gua-gua kecil yang digali tentara Jepang pada Perang Dunia II; Anda bisa turun beberapa meter ke dalamnya. Ini titik pandang termudah di Waingapu, cocok sebagai persinggahan pertama atau terakhir bila Anda terbang lewat timur, dan pada hari kerja sering hampir sepi.

Air Surut, setiap Minggu

Satu surat singkat setiap minggu tentang menjalani hidup dengan baik, dari pulau yang punya lebih banyak kuda daripada lampu lalu lintas. Gratis.

Email Anda hanya kami gunakan untuk mengirim surat ini. Anda bisa berhenti berlangganan dengan satu klik.

Bila waktu longgar, Sumba Timur punya banyak bukit pandang lain: Wairinding di jalan ke arah barat, serta Bukit Tanau dan Bukit Merdeka (Tanarara) di sekitar Mauliru dan lebih jauh lagi. Bukit Persaudaraan adalah yang terkecil dan terdekat, dan justru karena itu cocok untuk satu jam luang sebelum terbang atau setelah seharian di kota.

Cara ke Bukit Persaudaraan

  • Dari Bandara Waingapu (WGP): bukit ini hampir tepat di depan bandara, beberapa menit bermobil.
  • Dari pusat Kota Waingapu: sekitar 7 km, 10-15 menit dengan mobil atau ojek. Bemo yang menuju timur di Jalan Ahmad Yani bisa menurunkan Anda dekat simpang: sebut "masuk Bukit Persaudaraan".
  • Dari Tambolaka (TMC): sekitar 175 km, realistisnya 4,5-5,5 jam melintasi pulau, jadi gabungkan dengan menginap di Sumba Timur.

Tergantung tempat Anda diturunkan, bagian terakhir adalah jalan kaki menanjak hingga sekitar 30 menit di rerumputan dan jalan tanah. Ojek dari kota pernah bertarif sekitar Rp 10.000-20.000 sekali jalan pada tahun-tahun sebelumnya, sedikit lebih bila pengemudi menunggu; sepakati ongkos pulang sebelum berangkat.

Kapan berkunjung dan waktu terbaik

Sore hari, tiba sekitar satu jam sebelum matahari terbenam, memberi waktu menjelajah gua lalu menikmati perubahan cahaya. Matahari terbit juga indah dan lebih sejuk. Di musim kemarau, kira-kira Mei sampai November di Sumba Timur, langit paling cerah dan rumput keemasan; di musim hujan, kira-kira Desember sampai Maret, bukit menghijau tetapi hujan sering turun. Akhir pekan lebih ramai pengunjung lokal.

Tips dan etika

  • Biaya: tidak ada tiket tetap. Sesekali ada yang meminta kontribusi parkir kecil; siapkan uang kecil.
  • Bawa: air, topi, dan tabir surya (tidak ada peneduh dan tidak ada yang berjualan di bukit) serta senter untuk turun setelah matahari terbenam, karena tidak ada penerangan.
  • Gua: masuk hanya beberapa meter, perhatikan pijakan, dan jangan masuk sendirian.
  • Padang rumput dipakai untuk menggembala: tutup kembali pagar yang Anda buka dan jaga jarak dari kerbau dan kuda.
  • Bawa pulang sampah Anda dan jangan menyalakan api: rumput kering di musim kemarau cepat terbakar.

Tempat terdekat

Pertanyaan yang sering diajukan

Di mana Bukit Persaudaraan?

Di Kelurahan Mauliru, Kecamatan Kambera, pinggiran Waingapu, Sumba Timur, hampir tepat di depan Bandara Waingapu dan sekitar 7 km dari pusat kota.

Kapan waktu terbaik ke Bukit Persaudaraan?

Sore hari, sekitar satu jam sebelum matahari terbenam. Musim kemarau (kira-kira Mei-November di Sumba Timur) memberi langit paling cerah dan rumput keemasan; musim hujan membuat bukit menghijau.

Apakah ada tiket masuk Bukit Persaudaraan?

Tidak ada tiket tetap. Kadang diminta kontribusi parkir kecil. Tidak ada fasilitas, jadi bawa air dan senter.

Tempat dalam panduan ini

Peta Sumba: tempat-tempat dalam panduan kami →

Merencanakan perjalanan ke Sumba? Panduan gratis kami membahas waktu terbaik, transportasi, biaya, keamanan dan budaya. Rencanakan perjalanan →

Air Surut, setiap Minggu

Satu surat singkat setiap minggu tentang menjalani hidup dengan baik, dari pulau yang punya lebih banyak kuda daripada lampu lalu lintas. Gratis.

Email Anda hanya kami gunakan untuk mengirim surat ini. Anda bisa berhenti berlangganan dengan satu klik.

Berita terkait

Patung batu berukir menghadap laut di Pantai Padadita, Waingapu, Sumba Timur.

Wisata

Kosakata berguna di Sumba: bahasa daerah dan ungkapan untuk wisatawan

Bahasa Indonesia dipahami di seluruh Sumba, tetapi beberapa kata dalam bahasa Kambera atau Weyewa dan sapaan yang tepat akan membuat Anda disambut sebagai tamu, bukan sekadar turis.

· 8 menit baca

Wisata

Sumba Tengah: yang perlu diketahui sebelum berangkat

Kabupaten yang biasanya hanya dilintasi ini menyimpan kubur batu terbesar di Sumba, air terjun di tengah hutan dan kampung-kampung tenang di dataran Anakalang. Inilah alasan untuk singgah.

· 4 menit baca

Wisata

Sumba Barat Daya: yang perlu diketahui sebelum berangkat

Bandara, danau air asin, kampung beratap menjulang di Kodi dan Pasola bulan Februari: kebanyakan perjalanan dimulai di Sumba Barat Daya. Begini gambarannya.

· 5 menit baca