· Berita baru setiap pagi pukul 06.00 waktu Sumba (WITA) ⚲ CariENESID
The Sumba Times
Berita, budaya, dan perjalanan dari Pulau Sumba, Indonesia

Bisnis & investasi

Sumba Timur bisa menerbitkan sertifikat tanah adat pertama di NTT

Tiga masyarakat hukum adat mengajukan sertifikat tanah komunal di Kantor Pertanahan Sumba Timur. Satu berkas hampir rampung.

Oleh redaksi The Sumba TimesTerbit 1 menit baca
Padang sabana bertemu laut di dekat Waingapu, Sumba Timur.
Padang sabana bertemu laut di dekat Waingapu, Sumba Timur. Foto: Triy Purnama (CC BY-SA 4.0)
Jawaban singkat

Tiga masyarakat hukum adat di Sumba Timur telah mengajukan sertifikat tanah komunal di Kantor Pertanahan (ATR/BPN) kabupaten, kata Wakil Bupati Yonathan Hani, seperti diberitakan Waingapu.Com pada 7 November 2026. Satu berkas hampir rampung; jika terbit, itu bisa menjadi sertifikat tanah adat pertama di Nusa Tenggara Timur (NTT). Belum ada sertifikat yang terbit.

Poin penting
  • 3 masyarakat hukum adat mengajukan sertifikat tanah komunal di Sumba Timur.
  • Satu dari 3 berkas hampir selesai, menurut Wakil Bupati Yonathan Hani.
  • Bisa menjadi sertifikat tanah adat pertama di NTT; belum ada yang terbit.
  • Kepala Kantor Pertanahan lama, Kuntoro Hadi Saputra, mendorong proses ini; kini dilanjutkan Danial Imanuel Liunesi.
  • Syaratnya lembaga adat tertata dan diakui resmi, serta hak komunal atas wilayahnya jelas.

WAINGAPU — Tiga masyarakat hukum adat di Sumba Timur sedang mengajukan sertifikat komunal atas tanah mereka di Kantor Pertanahan (ATR/BPN) kabupaten, kata Wakil Bupati Yonathan Hani pada Jumat malam, menurut laporan Waingapu.Com yang terbit Sabtu, 7 November. Satu dari tiga berkas itu hampir selesai. Jika sertifikat tersebut terbit, itu bisa menjadi sertifikat tanah adat pertama di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Siapa yang mendorong sertifikat tanah adat

Ia berbicara dalam acara temu pisah Kepala Kantor Pertanahan Sumba Timur, Kuntoro Hadi Saputra, yang pindah ke Kantor Pertanahan Manggarai Barat dan yang mendorong proses ini. Penggantinya, Danial Imanuel Liunesi, kini melanjutkannya.

Apa syarat sertifikat tanah adat komunal

Menurut pemberitaan, prosesnya menuntut lembaga adat yang tertata dan diakui secara resmi, serta kejelasan hak komunal atas wilayahnya. Belum ada sertifikat yang terbit.

Apa artinya

Tanah di Sumba kerap terkait klaim adat, dan status yang tidak jelas bisa memicu sengketa. Sertifikat komunal akan memperjelas siapa pemegang hak atas suatu wilayah. Siapa pun yang berencana menyewa lahan, membangun atau berinvestasi di pulau ini perlu mengikuti bagaimana berkas-berkas pertama ini diselesaikan.

Merencanakan perjalanan ke Sumba? Panduan gratis kami membahas waktu terbaik, transportasi, biaya, keamanan dan budaya. Rencanakan perjalanan →

Air Surut, setiap Minggu

Satu surat singkat setiap minggu tentang hidup yang baik, dari pulau yang punya lebih banyak kuda daripada lampu lalu lintas. Gratis.

Email Anda hanya dipakai untuk mengirim surat. Berhenti berlangganan dengan satu klik.

Berita terkait

Kampung Adat Praijing, Sumba Barat. Foto arsip.

Bisnis & investasi

Sumba Timur catat 41.524 kunjungan wisatawan 2025, utamakan kualitas

Angkanya stagnan selama tiga tahun. Sekitar satu dari delapan pengunjung adalah wisatawan mancanegara, dengan lama tinggal rata-rata tiga malam.

· 1 menit baca
Patung batu berukir menghadap laut di Pantai Padadita, Waingapu, Sumba Timur.

Wisata

Kosakata berguna di Sumba: bahasa daerah dan ungkapan untuk wisatawan

Bahasa Indonesia dipahami di seluruh Sumba, tetapi beberapa kata dalam bahasa Kambera atau Weyewa dan sapaan yang tepat akan membuat Anda disambut sebagai tamu, bukan sekadar turis.

· 8 menit baca

Wisata

Sumba Tengah: yang perlu diketahui sebelum berangkat

Kabupaten yang biasanya hanya dilintasi ini menyimpan kubur batu terbesar di Sumba, air terjun di tengah hutan dan kampung-kampung tenang di dataran Anakalang. Ini alasan untuk singgah.

· 4 menit baca